Pemalsu Tanda Tangan Bupati Tertangkap

PRESS RELEASE: Kapolres AKBP Febriansyah saat diminta wawancara perihal pemalsu tanda tangan bupati.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Setelah melakukan penyelidikan, Satreskrim Polres Bondowoso akhirnya menentukan tersangka. Karena tersangka ada diluar daerah, kepolisian harus melakukan upaya pesuasif agar bisa pulang ke Bondowoso. Satreskrim akhirnya berhasil membujuk dan memeriksa. Selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres AKBP Febriansyah mengatakan, pelaku sempat kabur ke luar Jawa. Pelaku yang dimaksud adalah Suhartono alias Pak Dewi, 45, warga Desa Tangsil Wetan Kecamatan Wonosari. Kepolisian telah menetapkan dirinya sebagai tersangka. Pelaku adalah tetangga satu desa dengan Bupati Salwa Arifin. “Kami tangkap dan langsung kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar mantan Kasatreskrim Metro Jakarta Utara tersebut.

Kepolisian selama ini terus melakukan upaya persuasif. Salah satunya dengan pendekatan ke keluarga dan orang-orang terdekatnya. Akhirnya pelaku mau pulang kembali ke pulau Jawa.

Kasus tanda tangan dan stempel palsu Bupati Salwa Arifin ini bermula ketika pelaku menggelar Turnamen Sepakbola Bupati Cup. Pelaku membuat undangan dengan stempel bupati dan tanda tangan bupati palsu. Tertulis bupati sebagai pelindung. Undangan itu belabel VIP. Namun dijual dengan satu kursi Rp 150 ribu.

Banyak camat, kontraktor, pejabat dan tokoh masyarakat menjadi korban. Namun ada yang curiga. Akhirnya disampaikan kepada bupati dan bupati tidak mengakui. Selanjutnya Kabag Hukum bersama pengacara Bupati, Husnus Sidki melaporkan kejadian itu ke Polres Bondowoso.

Satreskrim langsung memproses dugaan pemalsuan tandan tangan dan stempel tersebut. Berikutnya melakukan pengembangan dan menetapkan tersangka.

Keterangan AKBP Febriansyah, pihaknya menjeerat tersangka dengan pasa 263 KUHP. Menariknya, kasus ini tengah dalam pengembangan. Sebab bisa jadi ada tersangka lain.

IKLAN

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan