Tribute to Dynand Fariz

Tampilkan Defile Suku Dunia

TAMPILKAN YANG TERBAIK: Salah satu peserta JFC saat tampil dalam Grand Jury, beberapa waktu lalu.

RADAR JEMBER.ID – Jember Fashion Carnaval (JFC) tinggal satu hari lagi. Karnaval betaraf internasional tersebut memasuki gelaran ke-18. Tahun ini, menjadi JFC pertama sejak ditinggal oleh almarhum Dynand Fariz, founder JFC yang wafat 17 April lalu.

Bahkan, beberapa panitia JFC, Sabtu (27/7) akhir pekan kemarin, berziarah ke makam almarhum. Tepat 100 hari sepeninggal Dynand Fariz. Sementara perhelatan JFC akan dimulai 31 Juli sampai 4 Agustus mendatang.

JFC kali ini mengangkat tema utama Tribal Grandeur. Pesan dalam tema tersebut, JFC ingin lebih memperkenalkan suku-suku yang menjadi kebudayaan dunia. Seperti Aztec, Minahasa, Hudoq, Zulu, Viking, Mongolia, Karen, dan Polynesia.

Kendati bertema global, namun JFC tetap tak meninggalkan begitu saja seni tradisional. “JFC punya tanggung jawab sosial untuk mengangkat budaya lokal. Seperti nantinya dalam Kids Carnival mengangkat semarak Pandalungan,” ucap David Kasusilo, bagian Development Program JFC.

Pada tema itu, JFC menggandeng sanggar kesenian yang ada di Jember untuk berkolaborasi. Tapi tidak dalam konten defile-nya. Melainkan sebagai opening-nya. “Kolaborasinya antara seni tradisional dan karnavalnya,” imbuh dia.

Agenda mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Dinas Pariwisata (Dispar) Jember siap menyukseskan acara JFC tahun ini. Bahkan, Dispar juga berkoordinasi dengan dinas terkait yang dibutuhkan. Semisal Dinas Perhubungan (Dishub). Nantinya, Dishub bakal menyiapkan pagar pengaman yang dipasang di sepanjang catwalk. “Dinas Kesehatan juga menyiapkan tenaga kesehatannya,” tutur Anas Ma’ruf, Kepala Dispar Jember.

Dia menyebut, JFC kali ini juga sebagai wujud penghargaan dari masyarakat kepada sang penggagas, dengan acara Tribute to Dynand Fariz. Ini sebagai penghargaan atas dedikasinya. Sebab, bagaimanapun JFC adalah warisan almarhum. “Karena beliau termasuk founder-nya yang merintis sejak nol sampai sukses seperti sekarang. Bahkan, berstatus karnaval terbaik se-Asia dan ketiga di dunia,” pungkas Anas. (*)

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih