Ajarkan Cara Mendidik Anak Difabel

KENALI POTENSI DIFABEL: Puluhan orang tua dan sejumlah guru menyimak pemaparan pemateri pada acara seminar dan diskusi seputar mendidik ABK di aula salah satu hotel di Jember.

RADARJEMBER.ID – Bagi sejumlah orang tua, memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) menjadi tantangan tersendiri. Karena menganggap perlu perhatian ekstra. Padahal, anak penyandang disabilitas bisa mandiri dan berprestasi. Selama orang tua paham tentang bagaimana cara mendidik anak difabel tersebut.

Inilah yang digagas oleh Adenovita Bantilan, salah seorang penanggung jawab acara Smart Parenting. Dia mengajak para orang tua dan sejumlah guru untuk berbagi cerita seputar mendidik ABK. Karena, tak semua anak menjangkau pendidikan khusus, sehingga pendidikan inklusi itu harus disebarluaskan.

“Harapnya para orang tua itu bisa memiliki referensi pengetahuan. Pendidikan seperti apa yang akan diambil orang tua untuk sang buah hati agar bakat dan minat mereka bisa terfasilitasi,” imbuh perempuan yang akrab disapa Mbak Ade tersebut.

Acara yang digelar di salah satu hotel di jember itu juga menghadirkan sejumlah narasumber penyandang disabilitas yang kompeten. Seperti Asrorul Mais, Kaprodi Pendidikan Luar Biasa IKIP PGRI Jember, Kusbandono, jurnalis penyandang disabilitas, serta Enyke Rossyita Diana, psikolog.

Asrorul Mais menegaskan, kondisi apapun seorang anak, semuanya berasal dari kehendak yang maha kuasa. Dia meyakini, setiap anak memiliki potensi masing-masing. Meskipun mereka terlahir dengan kekurangan. “Apapun kondisinya, mereka adalah pemberian terbaik dari Tuhan. Dia datang dengan segala potensi yang dimiliki. Bukan meratapi apa yang tidak dimiliki atas kekurangannya,” kata dia.

Dalam pemaparannya di depan orang tua dan guru, dia memberikan gambaran secara umum. Seperti bagaimana cara mengenali karakteristik ABK, membangun komunikasi dengan mereka, serta mampu mengetahui apa yang dibutuhkan. Tak hanya itu, juga apa yang menjadi kebutuhan ABK. Karena setiap ABK dianggapnya memiliki kebutuhan yang spesifik. “Kunci utama yang harus dibangun adalah bagaimana hubungan hati antara orangtuanya dan anak,” jelasnya.

Dia meyakini, setiap ABK juga ingin mendapat pengakuan. Diperlakukan sebagai mana anak pada umumnya dan diberikan kesempatan yang sama. “Saya yakin jika kita mendidik anak kita dengan hati, maka anak itu akan merasakan juga dengan hati. Dan akhirnya akan tumbuh menjadi anak yang memiliki hati,” tukasnya.

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Mahrus Sholih