Wushu Jember Ukir Sejarah Baru

Bakal Wakili Indonesia di Brunei

MEMBANGGAKAN: Jessie Djalimin menjadi satu-satunya atlet wushu asal Jember yang akan berlaga di kejuaraan wushu junior tingkat Asia.

RADAR JEMBER.ID – Jember sejatinya memiliki banyak talenta muda yang berbakat di bidang olahraga. Kini, salah satu atlet wushu Jember bakal menorehkan sejarah baru untuk Jember. Dia adalah Jessie Djalimin. Gadis cilik berusia 12 tahun ini akan masuk tim nasional wushu Indonesia yang bakal berlaga di kejuaraan dunia wushu junior Asia 2019 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 18-24 Agustus mendatang.

Kejuaraan tersebut menjadi ajang yang bergengsi yang diadakan oleh federasi wushu dunia, yakni International Wushu Federation (IWU). Namun, sebelum berangkat ke Brunei, Jessie harus terlebih dahulu terbang ke Jakarta guna mendapatkan pembekalan dari Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI). Dari Jawa Timur, Jessie berangkat bersama lima orang atlet wushu lainnya yang juga akan menjadi wakil Indonesia.

Dengan puluhan atlet wushu nasional, baik yang turun di kategori senior maupun junior, Jessie akan turun di kategori junior kelas C, wushu taolu dengan senjata pedang dan tangan kosong. “Jessie menjadi atlet paling muda dari tim Puslatda Jawa Timur. Apalagi, baru pertama kali ini dia mewakili Indonesia bermain di event internasional di luar negeri,” ujar Judirman Djalimin, ayahanda Jessie.

Remaja yang kini baru duduk di kelas 7 SMPK St. Petrus Jember ini memang digadang-gadang menjadi atlet wushu andalan Jember. Bahkan, dalam ajang Porprov kemarin, Jessie sukses menyabet medali perunggu di antara lawan-lawan senior yang dia hadapi.

“Evaluasi di Porprov kemarin, Jessie ini masih kurang besar power-nya. Kemudian juga harus memperbanyak latihan lompat agar lebih bagus lagi gerakannya. Karena wushu taolu menampilkan seni jurus,” ungkap Hodo Ifah, pelatih Jessie.

Jessie juga tercatat sebagai atlet paling muda asal Jember yang meraih medali dalam ajang Porprov Jawa Timur, kemarin. Meski masih berusia 12 tahun, bungsu dari dua bersaudara ini mampu menggondol medali perunggu. (*)

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti