PKB Tunggu NU, Gerindra Muncul Dua Kader

Nasdem dan PDIP Belum Bersikap

KOMPAK: Pimpinan tujuh parpol yang ada di Jember membentuk Koalisi Kaukus Perubahan guna mengusung dan mendukung bakal calon bupati untuk 2020.

ISU bakal calon bupati dan wakil bupati untuk 2020 juga menjadi pembahasan sejumlah parpol papan atas. Seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dari keempat parpol tersebut, Nasdem dan PDIP menjadi partai yang belum menentukan sikap siapa orang yang akan diusung. Mungkinkah tetap petahana?

Sementara itu, PKB sudah muncul sejumlah nama dalam bursa bakal calon. Masing-masing adalah M Hafidi, Ayub Junaidi, Saiful Bahri Ansori, serta Syaiful Bahri. Namun, dari nama-nama tersebut, belum satu pun yang benar-benar dijagokan dari internal partai. Empat nama itu selama ini dikenal sebagai orang yang militan di PKB.

Diketahui, Saiful Bahri Ansori merupakan anggota DPR RI dan menjadi Plt Ketua DPC PKB Jember. Ayub Junaidi kini menduduki kursi Wakil Ketua DPRD Jember. Sedangkan Hafidi merupakan Ketua Komisi D DPRD Jember.

Munculnya nama-nama tersebut dibenarkan Sekretaris DPC PKB Jember Ayub Junaidi sebagai bursa kandidat calon bupati. “Untuk siapa yang akan dicalonkan dari PKB, tentunya menunggu, karena kami juga menunggu petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis dari DPP PKB,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sekalipun belum ada petunjuk teknis, tetapi DPW PKB Jawa Timur sudah mengumpulkan para pengurus DPC PKB yang di daerahnya akan menggelar pilkada, termasuk di Jember. Ayub menegaskan, ada instruksi DPW yang harus dilaksanakan. “Bahwa PKB harus khidmat kepada NU untuk pilkada nanti,” tegasnya.

Dia menjelaskan, khidmat yang dimaksud yaitu erat kaitannya dengan mekanisme pemilihan calon yang tidak bisa lepas dari NU. Nah, karena di Jember terdapat dua PCNU (Jember dan Kencong), maka PKB Jember akan khidmat kepada keduanya. “Pelibatan itu untuk rembukan calon,” paparnya.

Munculnya nama kandidat dalam bursa bakal calon juga terjadi di Partai Gerindra, sekalipun belum membuka penjaringan nama bakal calon bupati. Masing-masing adalah Satib, Ketua DPC Partai Gerindra Jember dan Fawait yang kini menjadi anggota DPRD Provinsi serta pengurus DPD Jatim. “Secara resmi belum, tapi di internal ada dua nama yang punya kans,” ujar Fatkhul Hadi, Wakil Ketua DPC Gerindra Jember.

Satib dikenal sebagai pengusaha dan tokoh masyarakat di Jember. Sementara itu, Fawait dinilai punya modal suara besar dilihat pada hasil pemilu legislatif April 2019 lalu. “Gerindra tetap membuka peluang untuk pihak lain, baik internal maupun eksternal. Kami sangat welcome, karena sifatnya masih informal sampai terbentuknya tim penjaringan,” jelas Fathul.

Sementara itu, dua partai lain berbeda dengan sikapnya dengan PKB dan Gerindra yang sudah memiliki bursa nama calon bupati untuk 2020. Dua partai tersebut juga merupakan partai papan atas, yaitu Nasdem dan PDIP. Diketahui, kedua parpol ini empat tahun lalu sukses mengusung dan mendukung calon bupati yang saat ini masih menjabat Bupati Jember, Faida, dan wakilnya, Abdul Muqit Arief.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua DPD Partai Nasdem Jember Marzuki menegaskan, internal partainya hingga kini masih belum membahas bursa nama calon bupati 2020. Bukan hanya itu, di internal partainya juga belum ada nama calon yang muncul.

Marzuki menyebut, Nasdem Jember masih menunggu instruksi dan petunjuk teknis dari DPP Partai Nasdem. “Untuk itu masih belum karena masih belum ada pembahasan. Nasdem sendiri secara internal masih menunggu dari pusat karena kami ditugaskan oleh partai,” jelasnya.

Saat ditanya apakah Nasdem akan mengusung bursa calon petahana yang dulu pernah sukses, Marzuki menyebut belum bisa bersikap karena harus menunggu instruksi DPP Nasdem. “Belum ada pembahasan itu dan kami tetap menunggu instruksi pusat,” jelasnya.

Pernyataan yang tak jauh berbeda juga disampaikan Sekretaris PDIP Jember Bambang Wahyu. Menurutnya, bursa nama calon bupati 2020 masih belum menjadi pembahasan internal PDIP. Dalam tubuh partai ini juga belum memunculkan nama-nama yang akan diusung sebagai calon orang nomor satu di Jember. “Untuk PDIP sendiri belum membahas busa calon itu,” ucapnya.

Bambang mengaku, PDIP Jember hingga kini lebih banyak mengurus persoalan internal partai. Mengenai bursa nama calon bupati, nantinya akan dibahas tersendiri sesuai petunjuk dan instruksi dari DPP PDIP. “Belum ada nama yang muncul, kami masih menunggu petunjuk dari DPP PDIP. Kalau sudah ada, nanti kami akan jumpa pers,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih