Optimalkan sebagai Penetralisasi Asam Susu Kefir

Mahasiswa Polije Manfaatkan Limbah Buah Naga

Sebagian orang masih asing dengan susu kefir.  Minuman kaya manfaat ini memiliki rasa asam. Namun, mahasiswi Polije, Nanda Aprillia dan Armelita, menghilangkan rasa asam itu dengan limbah buah naga.

TEKNOLOGI PANGAN: Nanda Aprillia dan Armelita, dua mahasiswa Polije ini membuat minuman kefir yang memaksimalkan kulit buah naga sebagai penetralisasi rasa asam sekaligus meningkatkan antioksidan.

RADAR JEMBER.ID – Kefir, minuman susu fermentasi yang mengandung bakteri dan ragi baik itu sangat familiar bagi orang Rusia. Tak hanya bagi anak-anak, namun juga orang dewasa. Di sana, minuman ini menjadi menu di taman kanak-kanak (TK) serta rumah sakit. Kefir juga kerap dipakai sebagai minuman penurun berat badan hingga memulihkan dari mabuk.

Walau sama-sama minuman susu berfermentasi, namun kefir dengan yogurt itu berbeda. “Yogurt dengan kefir ini berbeda. Teksturnya, yogurt lebih kental, sedangkan kefir itu cair sama dengan susu pada umumnya,” kata Nanda Aprillia  Indrasari.

Nanda beserta temannya, Armelita Amaliyah Nisfi, mulai mengeluarkan stoples kaca dari lemari es yang berisi butiran berwarna putih susu. “Minuman kefir itu dari bibit kefir. Ini bibitnya,” ujarnya sambil menunjukkan bibit kefir.

Di ruang laboratorium Polije, mereka  menunjukkan kefir yang selesai dibuat. Warnanya tak lagi putih, tapi merah muda. “Coba saja, tidak apa-apa,” katanya.

Rasanya sama dengan yogurt. Tapi cair dan tidak asam seperti yogurt. Rasa asam sedikit, namun segar.

Warna merah muda itulah yang membuat susu kefir buatan dua mahasiswi ini tidak seperti rasa kefir pada umumnya. Rasa kecut mampu diminimalisasi, rasa enek juga ditoleransi berkat rasa segar. Warna merah muda bukan dari buah stroberi, atau bahan kimia seperti pewarna. “Bukan dicampur buah stroberi, tapi kulit buah naga,” jelasnya.

Mahasiswi jurusan kesehatan itu mulai menunjukkan cara pembuatannya. Kulit buah naga mulai dibersihkan, terutama yang berwarna hijau. “Kalau warna hijau ini nanti bikin rasa sedikit pahit,” imbuhnya.

Kulit buah naga  diblender ditambah air sedikit, kemudian dimasak dengan api kecil. Setelah itu, kulit buah naga ditambahkan ke susu sapi skim, dan dimasukkan bibit kefir serta gula sesuai selera. “Taruh di lemari es saja. Tutupnya jangan ditutup rapat, agar bibit kefirnya bisa berkembang, agar fermentasinya maksimal,” tambah Nanda.

Nanda beserta Armelita tertarik membuat minuman kefir karena kefir minuman menyehatkan. “Apalagi kefir menurut cerita adalah minuman nabi. Karena bibit kefir pemberian nabi,” imbuhnya. Namun, masyarakat Indonesia, khususnya Jember, belum begitu familiar dengan kefir. Apalagi rasanya terlalu asam, lebih enak asam dari yogurt. Menurut Nanda, ada bau amis ketika mencoba susu kefir, sehingga membuat enek.

Melihat Jember sebagai penghasil buah naga yang cukup melimpah dan terdapat bagian buah terbuang percuma, Nanda mulai tertarik memanfaatkan limbah buah naga. Yaitu kulit buah naga. Pemanfaatan kulit buah naga sebagai bahan makanan bukan hal yang baru, sayur kulit buah naga juga ada.

Apalagi, kata dia, kandungan antioksidan kulit buah naga bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila dipadukan dengan susu kefir, manfaatnya akan bertambah. “Khasiat dan manfaatnya dapat. Kurangi sampah organik dari buah naga juga dapat,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi