Kenalkan Makanan Tradisional ke Mahasiswa Asing

KAMPANYEKAN MAKANAN TRADISIONAL: Puluhan mahasiswa dari berbagai negara menghadiri workshop makanan tradisional Indonesia, bertempat di FKIP Universitas Jember.

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Melalui workshop Ethnobiology bertema “Back to Nature for Healthy Ecosystem” yang mengulas tentang makanan tradisional Indonesia dan pembungkusnya (Indonesian Traditional Food and Wrappers), Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember mempromosikan makanan tradisional kepada peserta kegiatan tersebut.

Workshop di auditorium FKIP Jumat (19/7), itu diikuti oleh mahasiswa 11 negara dan 12 perguruan tinggi. Negara peserta itu diantaranya Malaysia, Polandia, Maladewa, Brunei, Bhutan, Laos, Myanmar, Philiphina, Jepang, Korea dan Kamboja.

Workshop dibuka oleh Dekan FKIP Universitas Jember Prof Dafik. Pria asal Situbondo itu berharap, keanekaragaman budaya Indonesia termasuk makanan tradisional bisa diterapkan di negara mereka usai berkunjung ke Jember.

Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember IIs Nur Asyiah mengatakan, makanan tradisional asli bangsa Indonesia itu sangatlah menyehatkan, karena tidak terkontaminasi zat kimia. Menurutnya, saat ini makanan tradisional mulai ditinggalkan, masyarakat lebih memilih makanan cepat saji. Melalui workshop ini, FKIP mencoba mengenalkan makanan tradisional Indonesia dan pembungkusnya kepada mahasiswa asing sekaligus untuk mengurangi penggunaan plastik. “Ternyata mereka sangat tertarik dan menyukai makanan tersebut,” ungkapnya.

Di bagian lain, Aminurrasyid, mahasiswa Universitas Brunei Darussalam dan Erik Mohd Ridzuan mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia, mengatakan, makanan tradisional Indonesia itu sangat beragam. “Makanan Indonesia itu enak sekali rasanya dan unik banget. Pertama mencoba langsung ketagihan bikin kenyang,” tutur Ridzuan.

Pelaksanaan workshop itu sendiri berjalan menarik, karena mahasiswa luar negeri diajarkan cara membuat jajanan tradisional seperti Klepon. (*)

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih