Bapaknya Ngefan, Ibunya Sempat Tak Setuju Pakai Nama Khofifah

Cerita Chofifah Indar Paraswati, Petenis Jember yang Namanya Mirip Gubernur Jatim

Namanya Chofifah Indar Paraswati. Mirip dengan nama Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Perbedaan tipis itulah yang membuat Chofifah jadi buah bibir di penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jatim, beberapa waktu lalu. Petenis Jember peraih medali emas di Porprov itu berkesempatan naik podium dan mendapat sepasang raket dari gubernur.

NAMANYA SAMA: Chofifah Indar Paraswati, petenis Jember yang namanya sama dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dia naik podium dan menerima penghargaan dari Gubernur.

RADAR JEMBER.ID – Mengidolakan sesosok tokoh bisa membuat seseorang melakukan banyak hal. Termasuk memberi nama anak mereka seperti nama sang idola. Hal inilah yang juga dilakukan Kusnadi, ayah dari Chofifah. Dia mengaku, saat kehamilan anak pertamanya tersebut, dirinya sudah terkesima dengan sosok perempuan yang pernah menjabat Menteri Sosial RI tersebut.

“Saya dulu itu ngefans sama Bu Khofifah. Waktu itu beliau belum jadi apa-apa, hanya ketua Muslimat NU,” katanya kepada Radarjember.id.

Rupanya, rencana pemberian nama mirip sang idola tak berjalan mulus. Istrinya menolak nama itu. Namun, Kusnadi yang telanjur ngefan dengan Khofifah membuat istrinya takluk. Dia akhirnya menyetujui usulan nama yang disampaikan suaminya. Tapi ada syarat, huruf depannya tidak memakai K, melainkan C. Jadi Chofifah, bukan Khofifah. Alasannya sepele, karena kalau pakai huruf K, takut saat pulang sekolah namanya dipanggil belakangan. “Memakai nama belakang Paraswati bukan Parawansa, karena ingin ada perbedaan dan nama wati itu perempuan,” terangnya.

Kusnadi menambahkan, saat kelahiran putrinya itu, dia sempat deg-degan. Proses kelahirannya membuat dirinya waswas.

Senada dengan Kusnadi, ibundanya, Novalisa Sritanjung, mengaku tak memikirkan nama yang pas untuk putrinya itu. “Ketika sudah lahir, ayahnya baru menyodorkan nama itu. Akhirnya setuju saja,” kata ibunya sembari tertawa kecil.

Mencuatnya nama Chofifah Indar Paraswati bermula dari prestasi yang diraih. Saat berpasangan dengan Fauziah Azahro, kedua petenis putri ini mampu mengalahkan lawannya dari Surabaya di pertandingan puncak. Set pertama, mereka menang 6-3. Meski sempat tertinggal di set kedua dengan skor 2-6, namun kondisi berbalik terjadi ketika super tie break game 10. Hingga mengantarkan keduanya meraih medali emas untuk kontingen Jember.

Nah, lantaran prestasinya inilah perempuan kelahiran 25 Oktober 2003 itu mendapat kehormatan dari Gubernur Jatim. Dia dipanggil ke atas panggung oleh Khofifah Indar Parawansa untuk menerima sepasang raket yang diberikan langsung oleh gubernur. “Saya tak menyangka. Meski sebenarnya ingin ketemu. Alhamdulilah bisa tercapai juga,” ujar Ofi, sapaan pelajar yang saat ini masih duduk di bangku kelas 1 SMA Arjasa tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Pengkab Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Jember Soetriono juga mengaku tak menyangka. Menurut dia, tak ada rencana sama sekali Gubernur Jatim akan memanggil petenis Jember yang meraih medali emas. “Saat kompetisi tenis Porprov telah selesai, saya latihan bersama dengan orang-orang PELTI Jatim. Sebenarnya sudah capek, ingin pulang saja,” katanya.

Seusai berlatih inilah momen istimewa itu terjadi. Salah seorang pengurus PELTI Jatim ada yang bertanya perolehan medali yang didapat Jember, hingga dirinya menyebut salah satu peraihnya bernama mirip dengan Gubernur Jatim. Rupanya, percakapan itu berbuntut positif. Pengurus PELTI Jatim merasa tertarik karena namanya sama dengan gubernur. Bahkan, nama lengkapnya juga mirip.

Karena tak merasa bakal menerima kado istimewa, pada hari penutupan Porprov di Tuban, rombongan kontingen tenis Jember sengaja tidak ikut dan memilih pulang. Namun, sesampainya di Babat, Lamongan, dirinya ditelepon untuk kembali karena gubernur ingin menemui Chofifah beserta Fauziah dan meminta segera carikan raket sebagai hadiah.

Mendapat kabar baik, rombongan tenis Jember berpencar. Satu mobil tetap menuju Jember, dan lainnya kembali ke Tuban. Soetriono bersama dua petenis putri itu menuju Stadion Bumi Wali sebagai tempat perhelatan penutupan Porprov. Di stadion terbesar di Tuban tersebut, perjalanan Soetriono sempat terhambat karena tak membawa tanda pengenal khusus atau undangan. “Kemudian, saya berusaha agar dapat VVIP, ternyata diperbolehkan masuk,” ujarnya.

Setelah berhasil masuk ke arena penutupan, kabar yang diterima sebelumnya menjadi kenyataan. Kala itu, Gubernur Khofifah mengatakan senang, karena ada atlet peraih emas yang namanya hampir sama. Selanjutnya, Chofifah dan Fauziah diminta naik podium untuk menerima hadiah raket baru sebagai bentuk apresiasi dari orang nomor satu di Jatim tersebut. (*)

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto, Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih