Dalam Ajang Porprov VI 2019

Peringkat Jember Terjun Bebas

Sumber: KONI Jatim 2019

RADAR JEMBER.ID – Prestasi olahraga Kontingen Jember di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim sungguh-sungguh menyesakkan dada. Target satu digit yang diproyeksikan KONI Jember terasa muluk. Jangankan sesuai target, mendapat posisi belasan, seperti di Proprov sebelumnya, saja tidak dapat direalisasikan. Bahkan, prestasi Kontingen Jember di Porprov Jatim VI kemarin justru terjun bebas, dan hanya mampu bertengger di urutan 24.

Jika dibandingkan dua kabupaten tetangga, seperti Lumajang dan Banyuwangi, posisi Jember tertinggal jauh. Peringkat ini juga disebut sebagai prestasi terendah yang diraih Jember dalam enam kali keikutsertaannya di ajang yang sama. Bahkan, dibanding gelaran sebelumnya, prestasi tersebut turun sembilan peringkat dari Porprov 2015 silam di Banyuwangi. Kala itu, Jember meraih urutan ke-15.

Meski dalam Porprov kali ini perolehan medali emas ada peningkatan, namun jumlahnya tak signifikan. Di 2015, Jember mendapat lima emas. Tahun ini, hanya bertambah dua medali. Sedangkan medali perak ada penurunan. Sebelumnya sembilan medali perak, kini hanya dapat dua medali saja.

Ketua Umum Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Jember Abdul Haris Afianto berdalih, peta persaingan kota/kabupaten di Jawa Timur cukup bagus. “Jadi, kekuatan setiap kabupaten sekarang ini merata. Ke depan, seluruh cabor di Jember akan kami beri TC (pemusatan pelatihan, Red) untuk persiapan Porprov 2021,” ujarnya.

Porprov kali ini, Jember mengirimkan 150 atlet dan 75 ofisial dari 25 cabor yang diikuti. Alfin, sapaan akrabnya, mengaku bersyukur atas hasil yang sebenarnya jauh dari target yang ditetapkan. Padahal, saat pelepasan kontingen atlet di pendapa bupati beberapa waktu lalu, Alfin menyatakan, pihaknya menargetkan naik peringkat menjadi satu digit dari urutan 15 di Porprov sebelumnya.

Rupanya, target itu jauh panggang dari api. Alih-alih naik ke urutan satu digit, prestasi para atlet yang dikomandoi KONI justru jeblok. Bahkan jauh di bawah kabupaten tentangga, Lumajang, yang berada di peringkat 16, serta Banyuwangi di urutan delapan besar. “Peringkat 24 itu sudah alhamdulillah. Perjuangan dari cabor-cabor luar biasa. Mereka olahragawan sejati,” akunya.

Dalam sejarah Porprov yang diikuti Jember, peringkat tersebut menjadi catatan tersendiri, karena paling rendah dalam sejarah. Hasil tersebut harus menjadi evaluasi besar-besaran di internal KONI Jember bersama para cabor lainnya agar lebih matang menyiapkan agenda untuk mengikuti Porprov.

Di Porprov I 2007 dan Porprov II 2009, Jember meraih urutan cukup mentereng. Berada di peringkat empat dan tujuh. Terkait hal itu, Alfin beralasan, menurunnya raihan prestasi kontingen Jember karena minimnya sarana dan prasana olahraga yang tersedia. “Mungkin nanti mengarah ke sarana prasarana. Kami ingin memenuhi sarpras untuk para cabor ke depan,” tandasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih