Loloskan Tiga Proposal PKM

LOLOS PKM: Salah satu karya mahasiswa Universitas Islam Jember yang lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

RADAR JEMBER.ID – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Jember (UIJ) kembali mengukir prestasi. Kali ini, UIJ berhasil meloloskan tiga proposal dalam ajang nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pendanaan tahun 2019.

Dari ketiga proposal yang lolos tersebut, terdapat dua proposal jenis PKM-K atau kewirausahaan, dan satu proposal berjenis PKM-P atau penelitian. Proposal PKM-K mengangkat produk permen Bisma atau permen Biji Semangka yang diketuai oleh Siti Halimatus Sakdiyah, dan yang kedua adalah Selada Mekar Kamadanu atau Selai Edamame Kartun Kaya Manfaat dan Nutrisi yang diketuai oleh Naslul Anam.

Kaprodi Pendidikan Biologi Diah Sudiarti MPd menuturkan, lolosnya tiga proposal ini merupakan suatu langkah yang baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mampu meloloskan satu proposal PKM. Dari sekitar 25 proposal yang dikirim ke panitia, UIJ mampu meloloskan tiga proposal. “Sementara Universitas Jember yang mengirimkan sekitar 50 proposal lolos lima proposal, Politeknik Negeri Jember lolos enam proposal, dan Universitas Muhammadiyah Jember lolos dua proposal,” terangnya.

Hal ini, kata Diah, sangat membanggakan bagi pihak UIJ, khususnya Prodi Pendidikan Biologi. Pihaknya merupakan satu-satunya prodi di UIJ yang konsisten dan responsif terhadap karya ilmiah, terutama PKM. Hal ini terbukti selama sembilan tahun berturut-turut, UIJ mendapat pendanaan dari Kemenristekdikti, yaitu mulai tahun 2010 sampai 2019. “Semuanya dari Prodi Pendidikan Bilogi,” tuturnya.

Semua ini, lanjut dia, tak lepas dari pembinaan dan motivasi yang dilakukan secara terus-menerus. Bahkan, pelatihan dan sosialisasi dalam penyusunan PKM ini juga mendapat perhatian yang khusus, sehingga penyusunan proposal tidak dilakukan secara sembarangan. “Harus disusun sesuai pedoman yang telah ditetapkan oleh Kemenristekdikti,” ujarnya.

Semua proposal yang masuk merupakan inovasi baru yang merupakan suatu ide yang mengolaborasikan bahan yang sudah tak terpakai lagi. Selanjutnya, diolah menjadi satu bahan yang inovatif yang bernilai jual. Seperti produk yang mengubah biji semangka menjadi permen yang bernilai gizi tinggi. Produk lainnya, kata dia, membuat media tanam jamur merang dengan bahan utama ampas kopi dan serasah daun pisang. (*)

IKLAN

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti