Cegah Pungli, Penarik Kitir Dibekali SK

TEGAS: Rukman Supriatna, Adm Perhutani KPH Jember, menegaskan tidak ada pungutan liar pada petani hutan di Jember.

RADAR JEMBER.ID – Kabar terjadinya dugaan pungutan liar (pungli) yang disampaikan perwakilan petani hutan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, mendapat perhatian serius. Pihak Perhutani membekali penarik kitir dengan SK sebagai upaya mencegah pungli pada petani.

Kasus dugaan pungli ini sempat disampaikan Iskandar, Humas LMDH Arta Wana Mulya Barokah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Menurutnya, ada oknum yang melakukan penarikan kepada petani hutan di luar prosedur. “Ada yang ditarik Rp 3 juta, katanya biaya cukai. Makanya, itu juga saya sampaikan agar tidak ada pungli,” katanya.

Menanggapi kabar dugaan pungli tersebut, Adm KPH Perhutani Jember Rukman Supriatna menegaskan, pungli seperti dimaksud Iskandar tidak pernah dilakukan oleh Perhutani. Namun, kabar tersebut akan ditindaklanjuti dengan membuat kebijakan yang lebih ketat pada petugas.

Rukman menyebut, petani hutan berdasar hukum memang dibebani untuk membayar pajak kepada negara. Pembayaran bias dilakukan dengan mentransfer langsung ke rekening Perhutani pusat. Namun, untuk memudahkannya, maka dilakukan cara penarikan kitir (kewajiban petani hutan bayar pajak, Red) pada petani hutan untuk kemudian disetorkan kepada negara.

IKLAN

Dengan adanya kabar pungli tersebut, tim penarikan kitir akan dibekali SK khusus. Hal itu dilakukan juga untuk mencegah pungli yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Tim penarik kitir nantinya harus membawa SK,” tegasnya.

Data yang berhasil dikumpulkan, jumlah petani hutan di Jember tergolong banyak. Ribuan petani hutan terwadahi menjadi 51 LMDH atau nama lain. Dari jumlah sebanyak 51 kelompok tersebut, satu kelompok sudah menerima surat keputusan (SK) terkait Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Selanjutnya, sebanyak 19 kelompok sudah diverifikasi dan 16 kelompok tani hutan sudah ada PDF-nya. Sementara verifikasi untuk sisanya masih akan menyusul di lain waktu. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Bagus Supriadi