Bisa Ngecas Pakai Lilin

SMKN 3 Punya, Juara Kontes Kreativitas Pemuda Pelopor

INOVASI: Siska Kurniadi, siswa SMKN 3 Bondowoso menunjukkan karya fire charger. Inovasinya berhasil memenangkan Kreasi Pemuda Pelopor Bondowoso.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Inovasi dan kreasi anak-anak SMK sejatinya makin berdayaguna. Bahkan, bisa jadi terobosan baru. Di Bondowoso salah satunya. Ditemukan inovasi baru pengecasan smartphone dengan menggunakan pemanas lilin.

Kreativitas siswa SMKN 3 Bon-dowoso bernama Siswa Kurniati ini juga menobatkan sebagai pemenang dalam kontes Pemuda Pelopor Bondowoso tahun ini. Dia membuat kreasi fire charger. Sebuah alat yang bisa mengisi daya hanya dengan memanaskan lilin.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Siska Kurniati mengatakan, awal idenya karena sudah suka dengan pelajaran elektronik sejak SMP. Alumni SMPN 1 Curahdami ini suka pelajaran semi konduktor. “Saat SMP saya suka. Makannya masuk Jurusan Elektronika Industri. Kemampuannya semakin berkembang dengan dampingan guru pembimbing.

Siswa mendapatkan arahan untuk berinovasi. Sebagai satu-satunya murid perempuan dia ingin tampil berbeda dari yang lain. “Saya tidak ingin berbeda gender, saya harus berbeda kemampuan,” ujar murid asal Dusun Lumbung, Desa Selolembu itu.

IKLAN

Akhirnya, dia berhasil membuat sebuah charger (cas). Dia berpikir, sesuatu yang unik adalah yang selama ini belum pernah terpikirkan kebanyakan orang adanya alat yang jika dipanaskan akan membuahkan energi konduktor. Secara detail, Siska menjelaskan cara kerja alat ini dengan cara memanfaatkan energi panas yang akan diubah menjadi energi listrik.

Energi panas ini bisa dimanfaatkan menjadi sumber arus listrik yang digunakan untuk mengisi daya smartphone.Alat tersebut berbasis pada peltier atau dikenal dengan istilah thermo electric. Yang cara kerjanya menggunakan sumber api sebagai pemicu sumberdaya. “Dari adanya panas api yang mengenai peltier itu akan meng-hasilkan tegangan yang akan digunakan untuk mengisi ulang daya baterai,” kata siswa yang hobi main basket tersebut.

Kreasi itu kemudian diikutkan dalam kontes kreativitas ber-gengsi bertema Pemuda Pelopor Bondowoso 2019. Dan dia berhasil keluar sebagai peme-nang. Baru baru saja, krea-tifitasnya dinilai tim Unair. Untuk bisa memenuhi satu baterai smartphone sampai penuh, dibutuhkan 3 batang lilin.

Namun jika kapasitas baterai besar, dibutuhkan 4 sampai 5 batang lilin. Untuk satu alat itu, dibanderol dengan harga Rp 150 ribu. Biaya pembuatannya sekitar Rp 100 ribu.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan