Semuanya Siswa SMAN 3 Jember

Mobil Rombongan Pelajar Terjun ke Sungai Bondoyudo

MENGAPUNG: Mobil Avanza P 1843 VB yang disopiri Muhammad Ishanudin, 18, pelajar SMAN 3 Jember, masuk ke Sungai Bondoyudo di Dusun Sadegan, Desa Rowotengah, Sumberbaru.

RADAR JEMBER.ID – Taufiq kaget saat mendengar benturan keras, tak jauh dari warungnya di Dusun Sadengan, Desa Rowotengah, Sumberbaru. Kepalanya melongok memastikan sumber suara. Tapi dia tak melihat apa pun. Pria 34 tahun ini lantas keluar menyeberangi jalan memeriksa di sekeliling tempatnya berjualan itu. Dia merasa curiga kalau-kalau ada orang yang kecelakaan.

Kecurigaan Taufiq semakin bertambah kala dirinya melihat pohon mangga yang tumbuh di pinggir sungai tumbang. Di pohon itu, tampak ada goresan seperti bekas tertabrak kendaraan. “Saya sangat penasaran dengan suara benturan keras yang terjadi di depan warung. Masak sih ada benturan tapi kok tidak ada kecelakaan,” ujarnya.

Masih tak yakin, Taufiq terus melihat ke kanal. Ternyata ada sebuah mobil berwarna hitam yang mengapung di sungai. Tanpa berpikir panjang, dia langsung melompat menolong sopir. Rupanya, masih ada beberapa orang lagi di dalam kendaraan tersebut. “Suara benturan itu ternyata berasal dari mobil yang menabrak pohon mangga dan langsung terjun ke sungai,” katanya.

Di saat bersamaan, di seberang sungai sudah banyak warga yang datang. Warga yang juga melihat di dalam mobil banyak penumpang ikut menceburkan diri ke sungai. Mereka berupaya menyelamatkan delapan orang yang tercatat sebagai pelajar di SMAN 3 Jember tersebut. Tujuh penumpang dan seorang sopir diselamatkan lewat kaca belakang mobil yang sudah pecah.

IKLAN

Awalnya, warga tak mengira kalau mobil Avanza hitam yang terjun ke Sungai Bondoyudo ini banyak penumpang di dalamnya. Karena posisi mobil yang semula mengambang tiba-tiba tenggelam setelah air masuk ke kabin mobil, Muson, 40, warga yang rumahnya persis di selatan sungai, ikut turun menolong. “Alhamdulilah, semua orang yang ada di dalam mobil berhasil dievakuasi,” ujar Taufiq.

Selanjutnya, kedelapan penumpang itu diangkut menggunakan pikap milik Muson ke Rumah Sakit (RS) Jatiroto, Lumajang. Menurut Taufiq, beruntung kecelakaan mobil sarat penumpang itu terjadi di tempat ramai penduduk. Semisal di lokasi sepi, bisa jadi tidak ada warga yang datang memberikan pertolongan. “Karena setelah mendengar suara benturan keras, saya langsung mencari dan melihat ke sungai,” pungkas Taufiq kepada Radarjember.id.

Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan itu bermula saat mobil Avanza P 1843 VB yang disopiri Muhammad Ishanudin, 18, pelajar SMAN 3 Jember, mengalami kecelakaan tunggal setelah menghindari pengendara motor yang melaju dari arah depan, kemarin (11/7). Sebelum menabrak pohon dan tercebur ke sungai, mobil itu melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi. Bahkan, sopir sempat mendahului truk tronton yang ada di depannya.

Nahas, persis di depan warung Restu milik Taufik, mobil tersebut berpapasan dengan pengendara motor dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Karena takut terjadi benturan dengan pemotor, sopir membanting setir ke kiri. Saat itulah, laju mobil tak terkendali hingga keluar jalan aspal dan menabrak pohon mangga di pinggir sungai.

Kerasnya benturan membuat pohon itu patah. Sedangkan mobil terjun ke sungai dengan kedalaman sekitar empat meter. “Memang saat terjun ke sungai mobil masih mengambang. Tapi lama-lama mobil tenggelam,” ujar Ramli, 34, saksi asal Jatiroto.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Sumberbaru. Setelah menerima laporan, anggota polisi meluncur ke lokasi. Aparat ikut mengevakuasi korban. “Biasanya mobil yang terjun ke sungai langsung hanyut. Tapi untuk mobil yang ditumpangi rombongan pelajar ini langsung di ikat dengan tali ukuran besar agar tidak sampai hanyut,” terang AKP Subagiyo, Kapolsek Sumberbaru.

Setelah merujuk para korban ke rumah sakit, warga dan polisi menarik mobil itu ke tepi sungai. Namun, karena keterbatasan alat, proses pengangkatan badan mobil ke jalan raya sempat mengalami kendala. Tali yang digunakan tak kuat menahan beban hingga putus. Padahal, ada tiga truk yang dipakai menarik kendaraan tersebut.

Mobil Avanza itu akhirnya berhasil diangkat dari dalam sungai setelah menggunakan mobil derek milik Unitlaka Polres Jember. Namun, karena sulitnya medan, petugas harus memanfaatkan batang pohon sebagai penopang kawat baja agar bisa menaikkan kendaraan itu. “Beruntung, warga cekatan. Kalau terlambat menolong sampai 15 menit saja di dalam air, akan ada korban jiwa,” pungkas Subagiyo.

Sementara itu, Muhammad Ishanudin, sopir Avanza yang selamat mengaku bahwa rombongan akan ke Lumajang. Saat dimintai keterangan di polsek, remaja itu masih irit bicara. Dia masih syok dengan kejadian yang baru saja dialaminya.

Liburan ke Lumajang Pakai Mobil Rental

Pagi itu telepon seluler Kepala SMAN 3 Jember Rosyid tak berhenti berdering. Banyak panggilan masuk ke ponselnya menanyakan kepastian kabar kecelakaan. Setelah memastikan kabar tersebut, dia menghubungi sejumlah wali murid yang anaknya mengalami musibah itu. Dia berusaha menenangkan keluarga korban.

Rosyid mengakui, semua yang ada di dalam mobil termasuk sopir adalah pelajar SMAN 3 Jember yang ingin liburan ke Lumajang. “Delapan siswa itu menuju Lumajang. Tidak dalam rangka kegiatan sekolah. Tapi murni mereka ingin mengisi liburan sekolah ke Lumajang,” paparnya.

Walau bukan kegiatan sekolah, tapi pihaknya tetap merasa ada tanggung jawab moral untuk menyambungkan dengan orang tua atau wali murid. Menurutnya, saat berkomunikasi itu dia baru mengetahui jika ada salah seorang siswa yang tak diizinkan oleh orang tuanya.

Berdasarkan pengakuan orang tua wali murid itu juga, kata Rosyid, delapan pelajar yang semuanya adalah siswa kelas XI itu menuju ke Lumajang dengan mobil sewaan. “Ada yang cerita sempat dipamiti pergi ke Lumajang sama anaknya. Tapi tak diberi izin. Namanya anak muda, apalagi laki-laki, nggak diberi izin tetap saja berangkat,” tuturnya.

Kejadian ini membuat orang tua korban kaget. Mereka langsung mendatangi UGD RS Jatiroto untuk melihat kondisi anaknya. Haris, 40, orang tua M Natan Syah, 18, salah seorang penumpang mobil nahas itu mengaku, anaknya berangkat dari rumah di Perumahan Pondok Gede pukul 05.30. “Memang sempat pamit dan bilang kalau akan ke Lumajang, ke tempat air terjun,” tandasnya. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih