Adu Ayam Tanpa Judi, Lestarikan Tradisi

Melihat Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara

Adu ayam selalu identik dengan judi. Banyak warga memanfaatkannya untuk mencari keuntungan yang tidak halal. Para penghobi ayam kontes ini ingin mengubah pola pikir dan kebiasaan itu.

ADU AYAM LEGAL: Para penggiat perkumpulan penghobi ayam kontes Nusantara yang baru berdiri di Jember.

RADAR JEMBER.ID – Adu ayam memang masih identik dengan perjudian. Banyak pelakunya ditangkap aparat kepolisian. Sebab, kegiatan itu ilegal dan meresahkan masyarakat. Namun, kini Jember punya organisasi resmi Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN).

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPAKN Jember ini baru resmi tahun 2018 lalu. Kegiatan mulai dilakukan, seperti kejuaraan kecil tingkat kabupaten, pada tanggal 23 Juni lalu.

Acara yang bertajuk Silaturahmi on the Ring itu, diselenggarakan di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Gelaran itu dihadiri oleh perwakilan  DPD PPAKN Jawa Timur, Candra, selaku sekretaris DPD PPAKN Jatim. Anggota PPAKN Jember pun sudah mencapai puluhan.

Kontes adu ayam ini punya aturan main sendiri. Adu ayam ini tak seperti adu ayam yang ilegal itu. Ayam diperlakukan seperti seorang atlet. Ada beberapa kelas yang dimainkan dalam kejuaraan, seperti kelas perorangan dan kelas rumble.

IKLAN

“Yang dinilai pukulan ayam dan tekniknya. Kalau mukul dapat poin satu. Tapi kalau pukulan effect bisa dapat poin lima,” kata Oki Wijaya, wakil ketua DPC PPAKN Jember.

Kalau sudah ada wadah organisasinya seperti ini, orang-orang yang biasanya adu ayam untuk judi, seharusnya bisa beralih. Tobat secara perlahan menghindari perjudian itu. Tapi, masih banyak juga peternak anak yang belum bergabung. Sosialisasi setiap wilayah dengan latihan bersama pun terus digencarkan.

Karena ajang ini berlandaskan ajang nonjudi. Menurut Oki, awal-awal memang banyak masyarakat penyuka ayam yang ingin taruhan. Namun, pihaknya terus kukuh memberi tahu bahwa kontes itu tak ada perjudian. “Tapi kalau orang itu senang aduan dan judi, mereka tidak akan suka kontes,” paparnya.

Si ayam pun terjamin keamanannya saat bertanding. Sebab, mereka tetap dilindungi. “Jalu ayamnya di bungkus, agar tidak melukai lawannya. Sebelum bertanding bahkan dimandiin dulu biar fresh ayamnya. Dan ditimbang berat badannya, karena masuk ke kategori yang beda nanti,” jelasnya.

Satu kali pertandingan berdurasi 20 menit dalam satu ronde. Hadiah dari perlombaan itu hanya mendapatkan piagam dan piala saja. Registrasi per ayamnya pun berbeda pula. “Kalau untuk kelas perorangan, kebanyakan masih pemula. Tapi kalau rumble, pendaftarannya saja bisa mencapai 500 ribu,” imbuh dia.

Para penghobi ayam itu banyak dari kalangan peternak ayam dan pembuat jamu ayam. Apalagi, sekarang ini sudah banyak berbagai jenis ayam, seperti jenis persilangan. Kalau dulu ada ayam bangkok dan birma. Sekarang ada birma, bangkok, mangon, Saigon, dan masih berkembang lagi.

Sedangkan soal wasit juri dalam suatu pertandingan, di babak penyisihan ada satu juri saja. Sedangkan di laga final, satu ring bisa tiga juri dan satu wasit. Dalam kejuaraan itu pun PPAKN juga menyediakan tim medis. Tak kalah dari kejuaraan olahraga pada umumnya, tim medis itu didatangkan dari Dinas Peternakan.

Sebelum mengadakan kejuaraan pun, DPC PPAKN sudah mempersiapkan segalanya. “Paling tidak, ada pemberitahuan kepada jajaran sempat juga pemerintah setempat. Juga memberikan surat pernyataan warga sekitar mengenai izin,” ujar Oki.

Banyak manfaat yang didapat dari wadah resmi adu ayam ini. Ajang adu ayam berstatus legal, bukan ilegal. Banyak manfaat dari gelaran adu ayam itu, meskipun diadakan di tengah-tengah masyarakat. Seperti sektor ekonomi warga sekitar pun dapat keuntungan. Contohnya, parkir dan pedagang asongan.

Selain itu, apabila sang ayam terus berprestasi dengan seringnya menjuarai perlombaan, harga jualnya pun turut melambung tinggi. “Dengan adanya kegiatan ini, otomatis mengurangi perjudian ayam. Karena kami juga tetap melestarikan kegiatan adu ayam ini, tetapi dengan status legal, bukan ilegal. Itu yang perlu digarisbawahi,” imbuhnya.

Industri pakan ayam pun kecipratan manfaatnya. Juga pengobatan ayam, serta para peternak ayam kontes dan petani dapat menaikkan gabah guna memasok gizi ayam. “Banyak dapat teman dari komunitas ini tentunya,” bebernya, sembari tertawa.

Selain Oki Wijaya sebagai wakil ketua DPC PPAKN Jember, ada nama Agus Sakera selaku pembina dan Hendro sebagai ketua. “Tujuan dari kontes ayam ini untuk meminimalisasi perjudian. Kita tidak bisa memaksa kehendak orang. Kalau dia memang pejudi dan susah diajak beralih, ya sudah. Padahal, kontes ini nominal ayamnya bisa lebih besar daripada judi,” jelas Hendro.

Lebih lanjut, Hendro pun menyebut, apabila sang ayam itu sudah bagus di tingkat daerah, seperti Kabupaten Jember, nantinya bisa naik level ke provinsi bahkan Nusantara, untuk mengikuti kejuaraan yang lebih besar. “Pihak-pihak terkait pun kami rangkul. Seperti kepolisian, muspida, LSM, dan stake holder lainnya. Untuk menyosialisasikan kontes ayam legal dengan banyak manfaatnya,” pungkasnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi