Kembangkan Kajian Naskah, FUAH MoU dengan Manassa

JALIN KERJA SAMA: Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora IAIN Jember M Khusna Amal bersama Ketua Umum Manassa Munawar Holil.

RADAR JEMBER.ID – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember menjalin kerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa). Kerja sama itu akan difokuskan pada pengembangan akademik dan sumber daya manusia (SDM).

Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora IAIN Jember M Khusna Amal mengatakan, kerja sama tersebut akan diwujudkan dengan berbagai macam kegiatan. “Seperti mengirim mahasiswa yang berminat dalam kajian naskah untuk PPL di sana,” ucapnya.

Kemudian juga akan melakukan riset kolaboratif antara dosen dengan tim dari Manassa tentang naskah. Intinya, kerja sama itu untuk peningkatan kapasitas SDM dan akademik. Pria yang akrab disapa Amal itu berharap proses penandatanganan kerja sama itu akan banyak mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora tertarik dalam kajian naskah.

“Penggiat naskah masih sangat minim. Untuk itu, kita akan dorong agar mahasiswa juga tertarik dalam kajian ini. Apalagi, naskah- naskah tersebut merupakan karya ulama Indonesia,” jelasnya.

IKLAN

Sementara itu, Ketua Umum Manassa Munawar Holil menyambut baik kerja sama dengan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora IAIN Jember. “Ini awal yang baik, terutama untuk melahirkan generasi yang akan ikut mengkaji naskah-naskah karya ulama Nusantara,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut Munawar, naskah-naskah warisan ulama tersebut rawan diperdagangkan. Bahkan, Manassa menemukan praktik penjualan naskah dilakukan secara terbuka. “Kami temukan praktik semacam itu dilakukan secara terbuka di situs jual beli online. Bahkan, ada harganya yang fantastis, mencapai Rp 1 Miliar, ini mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan sekarang pihaknya terus melakukan proses digitalisasi atau penyelamatan naskah, agar tidak hilang dan bisa dibaca oleh generasi penerus. “Jumlahnya saya lupa, cuma jumlahnya kalau tidak salah, sudah ada sekitar 3 ribu naskah yang sudah kita digitalisasi,” kata Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini.

Ke depan, Munawar berharap kepada pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada pemilik-pemilik naskah yang masih mau merawatnya. “Rata-rata naskah yang kami temukan kondisinya sudah rusak, bahkan ada yang hancur. Mereka terkendala dengan biaya serta pengetahuan tentang cara merawat naskah,” pungkasnya. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi