Selama Enam Tahun, Baru Bisa Menjual di Jember dan Lumajang

Kreativitas Darmaji Sulap Tong Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomis

Barang-barang bekas di sekitar lingkungan kita bisa dibilang cukup banyak. Beberapa di antaranya bisa didaur ulang dan bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang dilakukan oleh Darmaji, yang memanfaatkan tong bekas dan menyulapnya menjadi beberapa jenis barang memiliki nilai jual cukup tinggi.

KREATIF: Aktivitas Darmaji saat mengolah tong bekas menjadi barang pesanan pelanggannya. Pria berusia 49 tahun ini sudah menekuni bisnis tersebut sejak enam tahun silam.

RADAR JEMBER.ID – Bagi sejumlah orang memanfaatkan barang bekas sebagai sumber mata pencarian mungkin kurang begitu menarik. Namun bagi Darmaji, hal itu justru menjadi ladang dirinya dalam mengais rezeki. Dengan penuh keuletan, bongkahan tong-tong bekas yang tak terpakai dia gunakan dan dimodifikasi menjadi sejumlah barang-barang yang memiliki manfaat lebih.

Pria asal Dusun Kebonsari, Desa Balung Lor, itu mengaku sudah cukup lama membuat kerajinan dari tong bekas. Kondisi ekonomi keluarga yang dia tanggung memaksanya agar lebih memutar otak untuk menyambung kebutuhan istri dan anak-anaknya. “Sudah sekitar enam tahun saya menggeluti usaha ini. Alhamdulillah, masih diberi kelancaran,” ucapnya.

Dia menjelaskan, tong-tong yang dibuatnya itu sengaja dia datangkan dari sejumlah wilayah. Tak hanya dari Jember saja, tetapi juga dari luar kota seperti Lumajang. Tidak hanya itu, sejumlah bengkel sepeda motor terkadang ada yang menjualnya kepada Darmaji.

Dari tong tersebut, kata Darmaji, dia bisa membuat beragam jenis bahan atau peralatan. Seperti tempat bensin eceran, alat penyerok, penggorengan, dan peralatan lainnya.

IKLAN

Biasanya, Darmaji membeli tong bekas seharga Rp 100 ribu per buah. Dari sana, dia menyulap tong tersebut menjadi beberapa bentuk barang yang bernilai hingga ratusan ribu rupiah. Misalnya tong bahan bakar berkapasitas 25 liter seharga Rp 120 ribu, alat penyerok dengan harga sekitar Rp 15-20 ribu, serta penggorengan dengan berbagai ukuran mulai dari Rp 25-35 ribuan.

Harga-harga itu, menurut dia, sudah bersaing dan sangat sesuai dengan kualitasnya yang terbuat dari tong bekas. “Karena sebelum dibentuk, tong-tong ini harus kita palu beberapa kali hingga rata. Jadi, sangat kuat dan tidak berkarat,” imbuh pria berusia 49 tahun itu.

Hanya saja, pasar yang dia sasar masih belum terlalu luas. Selama ini, dirinya hanya menjual produk kreasinya di sekitar Jember dan Lumajang saja. Barang-barang hasil olahannya itu juga lebih sering diambil oleh toko-toko material bangunan dan toko pecah belah. Mulai dari toko di daerah Kecamatan Balung, Bangsalsari, Kasiyan, dan lain-lain. “Tapi akhir-akhir ini lebih banyak ngopeni pesanan para warga sekitar sini. Itu pun saya sering kewalahan,” tambahnya.

Tak hanya membuat menyulap bahan-bahan bekas dari tong, dia juga menjajal bahan stainless untuk digunakan dalam proses pembuatan alat-alat dapur. Berkat keuletannya itu, satu dari tiga anaknya bisa ia sekolahkan ke salah satu SMK negeri di Jember.

Meski cukup mahir dalam mengolah tong bekas, Darmaji berharap apa yang dilakukannya ini tidak kembali diteruskan oleh anak-anaknya agar bernasib lebih baik. “Dulu saya kerja seperti ini karena tidak ada pekerjaan lagi. Sekarang bisa memasukkan anak ke sekolah unggulan. Semoga dia nanti bisa memperbaiki nasib orang tuanya,” pungkasnya penuh harap. (*)

Reporter : mg2

Fotografer : mg2

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti