Beban Berat di Dua Atlet

Kans Rebut Medali pada Fiqkrih Yandika

PERJUANGAN BERAT: Mohammad Fiqkrih Yandikadan, Nisrina Farah Salsabila, dua pesilat yang jadi andalan mewakili Bondowoso dalam Porprov 2019.

LAMONGAN RADARJEMBER.ID – Cabang olah-raga silat yang menjadi andalan Bondowoso rupanya begitu mengkhawatirkan. Jika sebelumnya mengirim belasan atlet, kini hanya dua.

Praktis, kedua atlet ini jadi tumpuan utama untuk menyelematkan muka kota tape di tingkat Jawa Timur. “Makanya dengan hanya dua atlet yang lolos ke Porprov, menjadi beban tersendiri. Tetapi beban mental lebih berat dipikul oleh kami sebagai pelatih,” ujar Roni Haryanto, manajer dan pelatih tim Pencak Silat Bondowoso dalam Porprov VI Jatim.

Hari ini, tim Bondowoso bakal berlaga di Auditorium Olahraga Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan. Moham-mad Fiqkrih Yandika akan bertarung di Kelas D Putra dan Nisrina Farah Salsabila berlaga di kelas seni tunggal putri.

“Persaingan tahun ini untuk cabor Pencak Silat memang lebih ketat. Diluar prediksi, banyak atlet andalan kami yang berguguran di Pra-Porprov. Kontingen daerah lain nampaknya jauh lebih siap, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin,” tegas Roni.

Dalam Porprov empat tahun lalu di Banyuwangi, Pencak Silat setidaknya menyumbangkan medali perak dan perunggu. Tahun ini, target satu medali emas tetap dipancang meski hanya melalui dua atlet.

“Target terutama dibebankan ke Fiqkrih. Kalau Nisrina sekedar lolos saja sudah alhamdulillah. Karena Nisrina main di seni, persaingannya cukup ketat,” papar pesilat asal perguruan Tapak Suci ini.

Fiqkrih, pesilat asal Maesan yang baru lulus dari SMAN Olahraga (SMANOR) Sidoarjo ini memiliki tipikal gerakan mengandalkan bantingan. “Hanya saja dia kurang disiplin dalam menjaga berat badan. Kalau permainan tidak terlalu nampak kelemahannya, karena sudah matang,” papar Roni.

IKLAN

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin

Editor : Hafid Asnan