Tak Sekadar Hobi, Orijingan juga Berbagi

SELALU KOMPAK: Para pecinta motor Vespa saat berkunjung ke Kantor Radar Jember, beberapa hari lalu.

Hampir semua komunitas bisa menjadi jembatan untuk mengenal dunia luar. Salah satunya yaitu Orijingan Indonesia yang ada di Jember. Masuk ke dalamnya, bisa mengantar siapa saja sampai ke sejumlah kabupaten/kota di Indonesia, termasuk manca Negara.

”Ini organisasi secara nasional untuk mewadahi komunitas-komunitas atau para pecinta sepeda motor Vespa di mana saja berada. Nah, di Jember pun ada sejumlah orang yang menjadi bagian Orijingan,” cetus Koordiator Lapangan (Korlap) Orijingan Chapter Jember, Firman.

Pusatnya ada di Yogjakarta. Orijingan ini mewadahi komunitas Vespa yang ada di daerah-daerah. Jadi siapa saja bisa masuk ke Orijingan.

Untuk masuk menjadi bagian dari komunitas itu memang mudah. Tetapi belum tentu semua orang bisa. Menurutnya, ada syarat tertentu. Yaitu, harus melakukan perjalanan minimal di tiga kabupaten/kota. Misalnya warga Jember, maka setidaknya harus pernah melakukan perjalanan ke Banyuwangi, Lumajang, dan Probolinggo.

IKLAN

“Setelah itu mengikuti satu event nasional Orijingan. Baru setelah itu bisa masuk menjadi anggota. Makanya Orijingan ini menjadi wadahnya komunitas-komunitas Vespa,” jelasnya.

Nah, untuk di Jember sendiri, anggota Orijingan masih bisa dihitung dengan jari. Selain Firman, baru ada lima orang lain. Masing-masing adalah Agus, Vedy Badak, Tintin, Eko, dan Hery. Meski jumlah mereka tergolong sedikit, tetapi eksis melakukan komunikasi kepada sejumlah komunitas Vespa lokal.

Firman mengaku, demi menghidupkan kegiatan-kegiatan diantara para komunitas pecinta Vespa, setiap bulannya dilakukan pertemuan rutin. Mereka membahas seputar motor Vespa sebagai bagian dari hobinya. Selain itu juga membahas sejumlah event termasuk rencana perjalanan jauh ke suatu tempat.

Orijingan Jember dan para komunitas Vespa lain menurutnya kerap melakukan perjalanan jauh. Ada yang ke Bali, Surabaya, Kalimantan, serta ke sejumlah tempat lain. “Hampir semua pecinta Vespa sudah melakukan perjalanan jauh Ada yang sampai ke luar Jawa,” ucapnya.

Kegiatan Orijingan menurutnya juga tak sekadar untuk menyalurkan hobi. Akan tetapi, sesama pecinta motor Vespa mereka juga melakukan bakti sosial. Dana yang digunakan untuk bakti sosial tersebut didapat dari iuran enam orang. “Kalau iuran enam orang kan kecil, jadi kami juga dapat dari donator atau orang-orang yang dermawan,” ucapnya.

Baksos yang dilakukan lebih banyak dalam bentuk santunan seperti membagikan sembako atau yang lain. “Begitu ada donator dan sumbangannya sudah kami terima, kami dan lima teman lain langsung melakukan baksos, jadi tidak perlu menunggu waktu lama,” timpal Tintin, salah seorang anggota Orijingan.

Dengan saling berbagi, diharapkan para pecinta Vespa juga memiliki rasa pedulu terhadap sesama. Bisa membantu mereka yang benar-benar membutuhkan. “Dengan begitu, paling tidak bisa meringankan beban mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.

Kewajiban Tak Tertulis: Saling Bantu

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto, Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono