Jalur Gumitir Macet 8 jam

Mundur Kena Maju Tak Bisa

BIKIN MACET: Truk gandeng penuh muatan tebu terguling di jalan menikung dan menurun sehingga menyebabkan jalan di jalur Gumitir macet total.

RADAR JEMBER.ID – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalur Gumitir, tepatnya di Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sebuah truk gandeng nopol P 8694 UM yang mengangkut puluhan ton tebu terguling di jalur padat, tepatnya di KM 35. Akibatnya, jalur yang menghubungkan dua kabupaten menjadi macet total selama 8 jam, sejak Minggu (7/7) pukul 21.30.

Pengendara yang sudah telanjur masuk di wilayah Gumitir tidak bisa balik arah. Mundur kena, maju pun tak bisa. Itu karena banyaknya kendaraan yang dari arah Jember dan Banyuwangi. Sementara itu, antrean kendaraan yang dari arah Banyuwangi mengular hingga di Desa Kalibaru Kulon, Kalibaru. Sedangkan kendaraan yang dari arah Jember, mencapai Pabrik Terpenting, Gondorukem, Desa Garahan, Silo.

Kemacetan parah terjadi setelah truk Fuso yang disopiri Fujiono, 40, warga Dusun Sumberbulus, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, terguling di jalan menikung. Selanjutnya, kendaraan bermuatan berat itu melintang di tengah jalan. Kondisi ini diperparah karena bagian gandengan masih berdiri karena tertahan bak bagian depan yang terguling. Truk tersebut menutup akses jalan dan tak bisa dilalui kendaraan.

Bahkan, hampir separuh muatan tebu yang diangkut dari Glenmore, Banyuwangi, itu tumpah ke jalan sehingga membuat kemacetan semakin panjang. Beruntung, saat Fuso terguling tak ada kendaraan di depannya, sehingga tak memakan korban jiwa. “Tebu diangkut untuk dibawa ke PG Semboro. Namun, saat di TKP tiba-tiba persneling tidak berfungsi,” ujar Fujiono.

Sebelum mengalami kecelakaan, Fujiono mengaku sudah berusaha memindah gigi 2 ke gigi 1. Rupanya, pergantian gigi itu tak berjalan mulus. Tuas persneling tak bisa dialihkan. Namun, setelah dipaksa, ternyata tuas persneling itu justru lepas sehingga truk berjalan tanpa arah. “Sebelum terguling, saya sudah melihat ada antrean truk yang naik dan saat itu langsung menyalakan lampu jauh sebagai tanda agar mereka berhenti,” ujar Fujiono.

Kondisi panik membuat Fujiono sempat gugup. Dia tak mampu mengendalikan laju kendaraan yang dikemudikannya. Beruntung, dirinya masih tersadar dengan situasi yang ada. Ketika dari arah depan banyak kendaraan yang berhenti, Fujiono langsung membanting setir ke kanan hingga ban depan menabrak tebing dan menyebabkan truk tersebut terguling.

Peristiwa ini dilaporkan ke polsek setempat dan Satlantas Polres Jember. Saat itu juga anggota polsek dan anggota Turjawali Polres Jember turun ke lokasi. Tumpukan tebu berhasil dipindahkan, sehingga kendaraan yang sempat terhenti bisa melewati jalur yang menghubungkan dua kabupaten tersebut.

Meski begitu, ratusan kendaraan besar seperti truk gandeng, truk BBM, dan bus masih tertahan hingga pukul 24.00. Kendaraan berukuran jumbo ini baru bisa melaju setelah polisi menerapkan sistem buka tutup. Arus kembali tersendat, setelah truk BBM terjebak di tumpukan tebu hingga menyebabkan selip. Baru sekitar pukul 01.15, truk BBM itu bisa melintas kembali.

Untuk mengurangi kemacetan lebih panjang, Fuso ditarik menggunakan traktor. Proses ini sempat membuat antrean kendaraan kembali mengular. Sebab, proses evakuasi memakan jalan dan membuat laju kendaraan terhambat. “Para sopir bus dan truk kemudian ikut gotong-royong membersihkan tebu yang menutupi jalan agar jalur normal,” ujar Bripka Dwi Cahyo Utomo, anggota Polsek Silo yang ada di lokasi.

Setelah tebu yang ada di tengah jalan bersih, semua kendaraan baru bisa lewat. Meski para sopir harus ekstra hati-hati, karena jalan di sisi sebelahnya berdekatan dengan jurang. Arus kendaraan dari dua arah Jember dan Banyuwangi baru lancar pada Senin (8/7) sekitar pukul 07.00 pagi. Itu pun masih menggunakan sistem buka tutup jalur. “Terjadinya antrean dari dua arah ini, karena banyak kendaraan yang telanjur terjebak di jalur Gumitir,” tandas AKP Edwin Nathanael, Kasatlantas Polres Jember. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih