Dua Pengedar Sudah Diamankan

Bandar Sabu Masih Diburu

DIPENJARA LAGI: Tersangka Siti Lutfiah kembali diamankan oleh polisi. Dia seolah tak kapok, karena sebelumnya perempuan 32 tahun tersebut pernah ditangkap di kasus yang sama. Sedangkan tersangka lainnya adalah Fahrul Ulum.

RADAR JEMBER.ID – Siti Lutfiah, terlihat tegar ketika anggota Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jember membawanya keluar dari sel tahanan polres setempat. Meski jadi pesakitan, wajahnya tampak berseri. Ibu rumah tangga 32 tahun itu dicokok polisi karena kasus kepemilikan narkotika jenis sabu. Warga Dusun Langsepan, Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung ini, disangka menjadi pengedar barang haram tersebut.

Di belakangnya, seorang lelaki ceking berjalan gontai. Dia tak bisa lepas dari Lutfiah karena kedua tangan mereka terikat borgol. Berbeda dengan perempuan berwajah bersih itu, pria bernama Fahrul Ulum, 32, tersebut tampak muram. Tatapannya kosong. Wajah warga Dusun Lor Gunung, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Lumajang ini, kerap menunduk.

Siang itu, keduanya tengah dipamerkan kepada sejumlah wartawan. Polisi menggelar rilis penangkapan kasus narkoba. Bukan hanya kedua tersangka, aparat juga memajang sejumlah barang bukti dari kejahatan itu. Di antaranya, sabu-sabu, uang tunai, seperangkat alat penghisap sabu, serta mobil mewah jenis Toyota Camry.

Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, kedua tersangka ditangkap di lokasi berbeda. Siti Lutfiah dibekuk saat sedang berada di dalam rumahnya. Sementara Fahrul Ulum ditangkap di pinggir jalan di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, tepatnya di Jalan Bondoyudo depan RS Jember Klinik.

Saat menangkap Siti, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu set alat hisap sabu, dua buah pipet kaca, korek api, HP, sebuah sekrup yang terbuat dari potongan sedotan, serta lima paket sabu seberat 1,60 gram. Tak hanya itu, polisi juga menyita uang tunai Rp 2.150.000. Uang itu ditengarai hasil penjualan sabu yang dilakukan tersangka.

“Siti ini adalah residivis yang sebelumnya pernah dipenjara karena kasus yang sama. Namun kini mengulang lagi dan tertangkap lagi,” terang Kusworo, saat menggelar rilis di Mapolres Jember, kemarin (8/7).

Sedangkan penangkapan Fahrul Ulum, polisi harus bekerja ekstra. Bahkan, antara aparat dan tersangka sempat kejar-kejaran. Kala itu, tersangka yang mengendarai mobil mewah jenis Toyota Camry, tak mau menyerah. Dia berupaya kabur dan memacu mobilnya sekencang mungkin. Beruntung polisi cekatan, tak berselang lama tersangka dapat diamankan.

Tanpa perlawanan berarti, aparat menggeledah setiap senti tubuh lelaki kerempeng itu. Hasilnya, polisi mendapati sejumlah barang bukti. Di antaranya empat paket sabu seberat 5,08 gram, dua buah HP, serta uang tunai Rp 1.050.000. “Barang bukti tersebut disimpan di dasboard dan tempat tersembunyi di dalam mobil,” ujarnya.

Kusworo menegaskan, kedua tersangka merupakan jaringan berbeda dan tidak ada keterkaitan. Area operasinya juga berbeda. Selama ini, kedua tersangka menjual sabu kepada semua kalangan. Tak pandang umur dan profesi. “Jadi siapapun yang mau membeli dan transaksi, dilayani oleh tersangka,” papar Kusworo.

Saat ini, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut. Apalagi, tersangka sudah menyebut nama yang diduga kuat menjadi pemasok. “Intinya kami kembangkan terus kasus ini. Kami akan selidiki nama-nama yang sudah disebut oleh tersangka. Jika memang valid dan terbukti, kami tangkap,” tegasnya.

Bagi para pelaku, penyidik menjerat keduanya dengan Pasal 114 dan 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya tak main-main, minimal 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Sedangkan ancaman maksimalnya mencapai 20 tahun penjara dan denda Rp 20 miliar. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih