Masuk Bui gara-gara Jangkrik

PASRAH: Dua terdakwa harus menjalani persidangan agenda pembacaan dakwaan di PN Jember, kemarin (4/7). Mereka melakukan kegiatan perjudian adu jangkrik.

RADAR JEMBER.ID – Hewan jangkrik ini kerap dibuat pakan burung. Bahkan, sempat menjadi kata umpatan ala Warkop DKI. Jangkrik Boss. Namun, siapa sangka, gara-gara jangkrik ini pula, Hendra Sugiartono dan Hadi Misno harus dibui.

Kedua orang itu memelihara jangkrik untuk diadu dan menjadi sarana perjudian. Akhirnya, mereka harus merasakan akibat perbuatannya. Yakni duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Jember, (4/7) kemarin.

Dua orang ini merupakan warga Kecamatan Kaliwates. Mereka baru menjalani sidang pertamanya. Keduanya menghadap majelis hakim tanpa didampingi penasihat hukum.

Hakim Ketua, Diah Poernomojekti, menanyakan kepada terdakwa, apakah mereka sudah menerima surat dakwaan. Keduanya sama-sama tampak kebingungan. Mereka tak tahu surat dakwaan itu seperti apa.

“Kalau kertas warna merah itu (dakwaan) sudah saya terima,” ucap Hendra, dengan nada lirih. Bahkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Arif membacakan dakwaan secara singkat mengenai perbuatan judi adu jangkriknya. Seketika, beberapa pengunjung yang hadir di sidang terbuka itu tertawa kecil. “Kok bisa gara-gara jangkrik masuk penjara,” cetus, salah seorang peserta sidang.

Hakim ketua pun mengonfirmasi kembali kepada terdakwa. Apakah dakwaan yang dibacakan JPU itu benar? “Iya benar yang mulia,” tutur kedua terdakwa. Baik Hendra dan Hadi mengaku tak keberatan dengan dakwaan tersebut.

Dalam dakwaan, tanggal 3 Februari lalu keduanya bermain adu jangkrik disertai uang taruhan ratusan ribu. Jangkrik jagoan mereka diletakkan di sebuah kotak kaca bening, lalu diadu.

Sidang perdana itu akhirnya ditunda. Sidang akan digelar kembali Kamis, 11 Juli mendatang. Agenda dalam sidang tersebut JPU menghadirkan para saksi serta barang bukti. (*)

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi