Pernah Jadi Anggota MPR, Kini Berdayakan Lansia

Soerjadi Setyawan, Mantan Bupati Jember 35 Tahun Silam

Jember menjadi salah satu kota kenangan bagi Soerjadi Setyawan. Sebab, dirinya pernah menjadi bupati periode 1984–1989 lalu.

NOSTALGIA: Mantan Bupati Jember Soerjadi Setyawan dan istrinya (Pegang mikrofon) dalam acara halalbihalal dengan pensiunan di Gor Kaliwates

RADAR JEMBER.ID – Langkah kaki Soerjadi Setyawan terlihat mantap saat maju membawakan lagu kenangan. Mantan Bupati Jember 35 tahun silam ini  menggandeng mesra istrinya. Dia pun mendendangkan lagu di hadapan para pensiunan pejabat dan pegawai yang hadir di Gelanggang Olahraga (GOR) Kaliwates.

Meskipun suaranya tak semerdu penyanyi aslinya, namun kehadiran Soerjadi cukup membius pensiunan lainnya. Tepuk tangan pun menyambutnya saat mengeluarkan suara perdana. Kegiatan itu merupakan pertemuan rutin enam bulan sekali bersama para pensiunan.

Di sela-sela istirahat, Soerjadi menceritakan kenangannya saat menjadi Bupati Jember. Menurutnya, pada tahun 1984-1989, proses pembangunan yang dilakukan pemerintah lebih banyak bergotong royong. Hal itu karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak sebesar sekarang.

Namun, berkat pengabdian dan kerja keras, dia pun mampu memimpin Kabupaten Jember dengan baik. “Dulu pada masa saya sebagai bupati, PAD Jember hanya 1,2 miliar. Sekarang perkembangannya jauh karena PAD-nya sudah Rp 800 miliar,” katanya.

IKLAN

Mantan bupati yang dikenal sebagai pembuka akses jalan baru di Jember utara, tepatnya di Sukorambi, ini pun terkejut dengan pertumbuhan penduduk. Menurutnya, pada era kepemimpinannya, jumlah penduduk di Jember hanya sebanyak 1, 4 juta jiwa. Tetapi sekarang nyaris menjadi dua kali lipat, yaitu berjumlah 2,6 juta jiwa. “Saat era saya, pemilihan umum jumlah pemilihnya hanya 900 ribu orang. Sekarang sudah 1,8 juta. Padahal belum 50 tahun,” ungkapnya.

Soerjadi mengaku, setelah dirinya menjadi bupati, tujuh bulan kemudian dirinya menjadi Kadir Sospol Jawa Timur selama delapan tahun. Setelahnya, dia menjadi anggota MPR RI selama dua tahun. “Setelah itu, saya baru pensiun dan tinggal di Surabaya bersama keluarga,” tambahnya.

Selama menjalani hidup sebagai pensiunan, Soerjadi yang kini berusia 79 tahun tersebut mengaku lebih banyak berkegiatan pada organisasi para lansia, Purnawirawan TNI, veteran, serta pensiunan. “Saya banyak menampung kegiatan-kegiatan pensiunan, terutama yang single parent. Sejak 2006 sampai sekarang juga rutin berkegiatan senam, tapi goyang saja,” jelasnya.

Selain berkegiatan bersama banyak orang, Soerjadi tak lupa untuk tetap membina keluarga yang sakinah. “Dua anak saya sudah kerja semua. Saya sekarang juga sudah memiliki tiga cucu,” imbuhnya.

Dia mengaku kaget dengan pertumbuhan PAD Jember serta penduduknya. Menurutnya, dia dan keluarganya memang jarang datang ke Jember. Tetapi Jember tetap menjadi kenangan indah baginya.

Sebagai orang yang kini dituakan oleh banyak pensiunan pegawai di Jember, dia melihat Jember sekarang sudah sangat berubah dan bagus. Dia pun berpesan kepada semua para pejabat agar tetap bekerja secara ikhlas, niat mengabdi, serta yang tak kalah penting yaitu disiplin.

Dia berpesan, perawatan hasil pembangunan begitu penting untuk dilakukan. Sebab, dia melihat jalan dari Terminal Tawang Alun sampai GOR Kaliwates sudah diperlebar. Hanya saja, ada trotoar dipakai jualan. “Itu jangan dipakai, nanti bisa kebiasaan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Bagus Supriadi