Sulap Kangkung Jadi Kerupuk

HOME INDUSTRY: Kecamatan Sukorambi dikenal sebagai penghasil sayuran seperti kangkung. Di tangan Oktavia, tanaman itu disulap menjadi kerupuk dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

RADAR JEMBER.ID – Kerupuk buatan Oktavia Yuli Agustin yang beralamatkan di Dusun Krajan, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, memang unik. Ibu satu anak yang kreatif ini berhasil memproduksi kerupuk dari sayur kangkung.

Menurut pengakuannya, usaha kerupuk kangkung ini dimulai tahun 2016. Gagasan pembuatan kerupuk ini bermula saat ia berkunjung ke rumah neneknya. Saat itu, Oktavia melihat hamparan tanaman kangkung. Seketika itu pula, muncul keinginan bikin kerupuk.

“Kerupuk kangkung ini merupakan jawaban bahwa tanaman sayur itu tidak selalu dibikin masakan seperti tumis. Ternyata kangkung bisa diolah menjadi kerupuk dan rasanya lebih gurih ketimbang kerupuk biasa,” ungkap Oktavia.

Meski tergolong baru dan pertama kali ada di Jember, menu baru itu sudah banyak disukai orang. Bahkan, kerupuk usaha rumahan itu kini dipasarkan keluar pulau, seperti di Madura. “Tanaman kangkung ini tidak mengenal musim dan mudah diperoleh. Karena itu, home industry ini tidak kenal libur dan setiap hari selalu berlangsung proses mengolah kangkung menjadi kerupuk,” tegasnya.

IKLAN

Proses produksi kerupuk kangkung itu dilakukan secara manual. Satu hari, Oktavia bisa menghasilkan kerupuk sebanyak 10 kilogram. Walau tanpa menggunakan bahan pengawet, kerupuk kangkung mentah bisa bertahan satu tahun.

Kerupuk buatan Oktavia ini dikemas menggunakan plastik berukuran 200 gram, dan dijual seharga Rp 8.000 per bungkus. Kerupuk kangkung tersebut saat ini sudah merambah ke berbagai pasar tradisional di Kabupaten Jember. Bahkan, untuk memperluas pemasaran, kerupuk itu ditawarkan kepada calon pembeli secara daring (online). (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Hadi Sumarsono