Hormati Mendiang, Kumpulkan Serpihan Tubuh Korban

SETIA KAWAN: Didik Hariyadi (kanan), tetangga sekaligus teman dekat korban, dan masyarakat mengumpulkan serpihan daging almarhum untuk disemayamkan bersama jenazah.

RADAR JEMBER.ID – Kecelakaan maut di perlintasan kereta api Jalan Mangga, Kecamatan Patrang, memang sudah berlalu. Namun, siang kemarin (2/7), lokasi kecelakaan itu masih ramai dikerumuni warga. Ada sejumlah orang yang bahu-membahu mengumpulkan potongan tubuh korban di lokasi kejadian.

Satu di antaranya adalah seorang pria yang mengenakan busana muslim. Lelaki berkopiah itu terlihat berjongkok mengambil sesuatu di balik kerikil di rel kereta. Tangannya yang dibalut plastik hitam mengambil serpihan tubuh yang tercecer. Rupanya, aktivitas ini mengundang warga untuk bergotong royong mencari serpihan anggota tubuh korban lainnya.

Didik Hariyadi, salah satu ustad di Ibnu Katsir yang merupakan tetangga juga kawan baik korban, mengatakan, pengumpulan serpihan anggota tubuh korban ini adalah bentuk penghormatan terhadap mendiang Askin. “Baik mati dan hidup, umat muslim itu terhormat,” katanya.

Serpihan anggota tubuh ini bakal dikumpulkan dan dikubur bersama jenazah. Meski kecelakaan merenggut nyawa pasutri di lokasi kejadian, namun peristiwa itu menyisakan misteri. Laptop yang dibawa Askin tetap utuh.

Syamsul Hadi, salah satu pegawai yang berada di Yayasan Ibnu Katsir, menuturkan, dari TKP ditemukan satu buah tas berwarna hitam. Setelah dibuka, isinya sebuah laptop. “Dari TKP tadi, almarhum membawa satu buah tas. Ini tasnya masih utuh,” ucapnya.

Selain satu buah tas, identitas korban seperti KTP dan dompetnya juga utuh. “Tahunya identitas almarhum ya dari tas dan dompetnya utuh. KTP-nya masih ada. Karena kondisi tubuhnya sudah susah dikenali,” ujar pria yang menjadi Kepala Madrasah Diniyah Alquran (Madina) Ibnu Katsir tersebut. (*)

IKLAN

Reporter : Dwi Siswanto, Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih