Edarkan Obat, Jabatan Fungsional Dicabut

DILANTIK: Tenaga medis dengan pejabat fungsional menerima SK di Pendapa Wahyawibawagraha. Pada kesempatan itu juga diungkap adanya tiga ASN yang disanksi.

RADAR JEMBER.ID – Gara-gara berjualan obat medis di luar prosedur, tiga oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Jember ini mendapat sanksi. Yakni jabatan fungsionalnya dicabut oleh Bupati Jember dr Faida MMR saat pelantikan puluhan tenaga medis di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (1/7).

Sayangnya, Faida tak menyebut siapa tiga oknum PNS tersebut, apa jabatannya, dan di rumah sakit mana. “Yang jelas di Jember,” katanya, ketika ditanyakan profil detail para oknum tersebut.

Akhirnya, ketiga orang yang tidak disebutkan namanya itu tak bisa lagi melayani pasien seperti sebelumnya. Menurutnya, ketiga ASN yang bekerja di rumah sakit di Jember itu merupakan jejaring yang memperdagangkan obat-obatan medis di luar ketentuan farmasi rumah sakit.

Tiga ASN itu merupakan satu jaringan yang memperdagangkan obat-obatan medis kepada pasien. Sistem pembayaran obatnya juga tidak melalui kasir rumah sakit. Namun, bertindak di luar jalur logistik farmasi rumah sakit dan diduga mencari keuntungan pribadi dari penjualan obat.

IKLAN

Faida menegaskan, transaksi obat yang demikian merupakan persoalan yang tak dapat dianggap remeh. Oleh karenanya, ketiga tenaga medis tersebut langsung ditindak, walau hanya jabatan fungsionalnya dicopot. “Penyalahgunaan obat ini kan soal serius, tidak bisa ditoleransi. Ada kasir di luar kasir, tentu ini tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.

Sebagai bentuk sanksi terhadap ketiga ASN tersebut, bupati menandatangani surat keputusan pencabutan jabatan fungsional. “Hari ini, (kemarin, Red) saya menandatangani sanksi bagi mereka yang menyalahgunakan kewenangannya. Ini bahkan ada yang dicopot jabatan fungsionalnya,” ungkapnya.

Karena jabatan sudah dicabut, maka ASN yang bersangkutan tak lagi bisa bekerja melayani masyarakat seperti sebelumnya. Kewenangan ASN pun terbatas dan hanya menjadi staf biasa. “Tentu walaupun punya ilmu, tidak lagi punya kewenangan menggunakan ilmunya. Ini yang sering tidak disadari,” imbuhnya.

Apa yang dialami ketiga tenaga medis ini diharapkan agar memberi efek jera bagi ASN yang lain. Mereka bisa bekerja lebih baik dan tidak menyalahgunakan kewenangannya. Selain memberi sanksi pencabutan jabatan fungsional, Faida juga menyerahkan persoalan itu kepada Inspektorat agar ditangani lebih lanjut. “Ini terungkap berkat laporan masyarakat,” tuturnya.

Disinggung soal terpisah, yakni kasus ASN yang sebelumnya menimbun berkas SK calon pensiunan yang kasusnya juga diserahkan Insperektorat, Faida menyebut, masih dalam proses pemeriksaan. “Untuk yang itu belum selesai, karena proses memanggil banyak orang. Tetapi, saya senang karena banyak yang mau memberikan keterangan. Nanti pasti ada keputusannya,” pungkasnya.

Sementara itu, pada pelantikan jabatan fungsional itu, ada 43 ASN dan tiga ASN yang mutasi dari luar kota ke Jember. Dari puluhan tenaga medis yang dilantik, ada yang merupakan dokter, perawat, bidan, ahli gizi, serta jabatan fungsional  lain. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Bagus Supriadi