Koi Bangkitkan Perekonomian Masyarakat

MENDATANGKAN KEUNTUNGAN: Febrian Kahar, salah seorang pencinta dan pembudi daya koi di Jember, merasakan geliat ekonomi masyarakat mulai terlihat berkat memelihara koi.

RADARJEMBER.ID – Jika diseriusi, bisnis ini tidak sekadar menjadi sumber mata pencarian baru. Namun mampu memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka yang mau membudidayakan ikan air tawar tersebut.

Febrian Kahar, penasihat Jember Koi Club (JeKC), mengatakan hal itu seusai pelaksanaan halalbihalal komunitas pencinta ikan asal Jepang itu, Sabtu (23/6), bertempat di salah satu rumah pengurus komunitas tersebut.

“Ikan koi ini memiliki nilai ekonomis tinggi bagi pemiliknya. Bahkan, di berbagai daerah di Indonesia, anakan koi disuguhkan sebagai hidangan kuliner, menggantikan wader, ikan sungai yang kini sulit untuk didapatkan,” papar Febrian.

Pemilik taman wisata Botani itu mencontohkan, selama ini Blitar dan Kediri dikenal sebagai salah satu sentra pemeliharaan koi terbesar di Jawa Timur. Dirinya berkeyakinan, ke depan Kabupaten Jember bisa menjadi daerah penghasil koi menyamai kabupaten lain. Mengingat, saat ini di Kabupaten Jember banyak pembudi daya dan pencinta koi. Hal itu sangatlah membanggakan karena koi mampu membangkitkan perekonomian masyarakat.

Pendapat lain dilontarkan oleh Fauzi Ilham, Ketua JeKC. Menurutnya, ketika ikan koi ini dipelihara di sawah (mina padi), maka yang bersangkutan tidak saja memperoleh keuntungan dari tanaman padi, melainkan ada tambahan keuntungan dari budi daya koi ini.

“Sekarang ini tidak terbantahkan koi menjadi lapangan pekerjaan baru di desa. Jadi, masyarakat tidak perlu berduyun-duyun mencari pekerjaan di kota,” ungkap Fauzi.

Sementara itu, Feri Adi, salah seorang pembudi daya koi Jember yang beralamatkan di Jalan Kasuari, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, mengajak kepada pembudi daya ikan koi lainnya untuk memperhatikan kesehatan ikan tersebut. Sebab, berpengaruh terhadap kualitas, agar koi peliharaannya laku di pasaran dan memiliki harga jual tinggi.

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Hadi Sumarsono