Kemacetan Mangli Sampai Kapan?

Kendaraan Mengular Nyaris Sehari Penuh

MACET LAGI: Hampir seharian kemarin Jalan Raya Mangli tersendat. Kapasitas jalan nyaris tak menampung banyaknya kendaraan yang melintas.

RADARJEMBER.ID – Jalan Raya Mangli, Kecamatan Kaliwates, tepatnya di simpang empat arah Surabaya kembali macet, Sabtu kemarin. Kapasitas jalan setempat nyaris tak mampu menampung banyaknya kendaraan yang melintas. Kondisi itu membuat antrean kendaraan mengular cukup panjang.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kendaraan warga tersendat mulai dari traffick light Mangli hingga barat Jalan Raya Jubung, Kecamatan Sukorambi. Tak hanya itu, kemacetan juga terjadi di jalan sekitar terminal Tawang Alun, serta di traffick light Desa/Kecamatan Rambipuji sampai ke jembatan Kaliputih.

Tersendatnya jalan membuat sejumlah pengendara nekat untuk saling mendahului. Sejumlah pengendara motor ada yang zig-zag, termasuk melewati marka jalan dan melintas di jalur berlawanan. Bukan hanya motor saja, sejumlah mobil juga banyak yang nekat masuk ke jalan yang melawan arus. “Macet pol,” teriak Hasan, seorang pengendara mobil Avanza dari arah Surabaya sebelum sampai ke lampu merah Mangli.

Menurut warga sekitar, Zamroni, kendaraan macet dan mengular dari Mangli ke Jubung terjadi sejak pagi hingga sore. Hal itu disebabkan banyaknya kendaraan yang menuju ke arah Surabaya datang dari arah kota, Ajung, dan Sukorambi. Sebaliknya, kendaraan yang datang dari arah Surabaya menuju simpang Mangli terlihat lebih banyak lagi.

Zamroni menyebut, kemacetan di Mangli memang sering terjadi pada waktu-waktu tertentu. Akan tetapi kemarin hampir seharian penuh. “Biasanya hanya pagi dan sore, tetapi hari ini mulai pagi sampai sore macet,” paparnya.

Insiden macetnya kendaraan di Mangli menurutnya patut menjadi perhatian pemerintah. Setidaknya ada upaya penanganan serius alias tidak dibiarkan begitu saja. “Harus ada penanganan apakah jalannya dilebarkan atau dicarikan jalur lain,” jelasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasatlantas Polres Jember, AKP Edwin Nathanael mengatakan, kemacatean arus lalu lintas di Mangli hingga Jubung kemarin terjadi karena banyaknya kendaraan dan ada sejumlah hambatan. Dia menyebutkan, salah satunya adalah aktivitas pasar terus ramai dari pagi hingga sore. Di jalur itu pula terdapat sejumlah pertokoan, pom bensin, perusahaan, serta jalur keluar-masuknya warga perumahan.

Banyaknya kendaraan dan aktivitas warga inilah yang dituding membuat arus lalu lintas tersendat. Menurutnya, setiap ada warga yang menyeberang pasti akan terjadi hambatan. Contoh paling mudah yaitu pada saat bus keluar masuk ke terminal setidaknya membutuhkan waktu dan membuat kendaraan lain berhenti.

“Di sana, ada sejumlah pengendara yang menerobos. Karena ada pertokoan, pom bensin, perusahaan, pasar, perumahan. Jadi itu memang harus diketahui, banyak hambatan di situ. Kalau parkir hanya sebagian kecil. Tapi aktivitas warga yang terus aktif ini yang butuh solusinya,” jelas Edwin.

Demi mengurangi kemacetan yang sering terjadi di Mangli, sekitar terminal, dan termasuk di Rambipuji, Edwin mengimbau agar para pengendara tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Apabila ada kendaraan yang harus balik arah, berbelok, atau pengendara yang memotong jalan, sebaiknya memperhatikan arus dari dua arah terlebih dahulu. “Kalau bisa sebelum berbelok mengambbil jarak yang jauh agar tidak membuat kendaraan di belakangnya berhenti,” imbaunya.

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih