Tronton Rem Blong di Jalur Gumitir

Terguling di Hutan Pinus

MASIH TERGULING: Truk tronton pengangkut biji cokelat yang dikemudikan I Gusti Komang Suwardana (59 tahun) masih dibiarkan di hutan pinus dan hanya ditutup dengan terpal.

RADAR JEMBER.ID – Jalur maut Gumitir lagi-lagi mengakibatkan kecelakaan kendaraan besar. Kali ini sebuah truk tronton ‘terparkir’ terbalik di hutan pinus, karena tak bisa dikendalikan saat melewati turunan dan tikungan tajam di perbatasan Jember-Banyuwangi. Beruntung, sopir truk tronton tersebut selamat dan hanya mengalami luka tidak parah dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan yang terjadi di Jalur Gumitir, tepatnya di Dusun Pasar Alas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kamis (27/6) malam lalu bermula ketika truk trailer yang dikemudikan I Gusti Komang Suwardana (59), warga Desa Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, melaju dari arah timur. Tronton bermuatan 28 ton biji kakao itu sedianya melaju dengan pelan. Sebab, selain membawa muatan yang berat, jalur yang dilalui juga banyak terdapat tanjakan, turunan, serta tikungan tajam.

Saat akan masuk perbatasan Jember, tepatnya di jalan yang menikung dan turunan, tiba-tiba rem tronton itu tidak berfungsi, sehingga tak dapat dikendalikan. Pada saat bersamaan muncul truk dari arah berlawanan. Berinisiatif menghindari tabrakan, Gusti memutuskan banting setir ke arah kanan, namun tabrakan tetap terjadi.

Tak berhenti setelah menabrak truk, tronton makin hilang kendali hingga menabrak pagar pengaman jalan dan terguling ke hutan pinus. Sementara itu, truk yang bertabrakan dengan tronton tetap tancap gas ke arah Banyuwangi. “Untungnya, tronton itu tidak sampai menabrak warung yang tidak terlalu jauh dari lokasi yang terguling, sehingga tidak ada korban,” ungkap Kanilantas Polsek Silo Ipda Suparman.

Karena tak memakan badan jalan, tak ada gangguan arus lalu lintas yang terjadi. “Sementara proses evakuasi masih menunggu alat berat dari perusahaan,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti