Bebekan Tinggal Kenangan

Bupati Gusur Lokalisasi Liar Diatas Tanah Kas Desa

DIHANCURKAN : Bupati Thoriqul Haq ketika memimpin pembongkaran belasan rumah di kawasan lokalisasi liar Bebekan. Sempat diwarnai protes, namun pembongkaran terus dilanjutkan.

LUMAJANG RADARJEMBER.ID– Siapa yang pernah singgah ke kawasan Bebekan? Tak perlu dijawab!. Yang pasti, sejak hari ini lokalisasi liar di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir itu sudah tak bisa dibuat bersenang-senang lagi. Sebab, Bupati Thoriqul Haq telah meluluhlantakkan seluruh bangunan.

Semua tinggal kenangan. Di kawasan yang berada di sisi timur jalan penghubung antar kecamatan Kunir dan Tekung itu berdiri sebanyak 18 rumah. Satu bangunan rumah tak terpakai. Bangunan yang mulanya jadi tempat berteduh pengembala ternak bebek sejak tahun 1980an itu kini rata. Dibongkar dengan alat berat.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pembongkaran yang dimulai setelah shalat Jumat itu dipimpin langsung Bupati Lumajang. Mengeraahkan Satpol PP dan TNI-Polri. Tanpa basa-basi, meski sempat ada yang protes, seluruh bangunan diratakan.

Langkah berani bupati merupakan aksi lanjutan setelah sebelumnya menyerukan penutupan sejumlah tempat maksiatm yang ada di Lumajang. “Semua lokalisasi tidak terkecuali Bebekan Kabuaran tentunya akan ditutup,” katanya.

IKLAN

Bupati beralasan bahwa tanah yang selama ini digunakan sebagai lokalisasi merupakan tanah aset desa. Bahkan pendirian belasan bangunan rumah di lokalisasi tidak mengantongi IMB. Makanya, dia menilai pembongkaran tak perlu pemberitahuan. “Ini tanah negara. Aset Desa Dorogowok. Ngapain harus ada pemberitahuan,” ucapnya.

Su’eb, Camat Kunir mengatakan, selama ini memang masyarakat sudah merasa resah dengan adanya lokalisasi Bebekan. Selain menimbulkan polemik di masyarakat, keberadaannya juga bisa mengancam moral warga Lumajang. “Ya kalau dari masyarakat sebelumnya menginginkan penutupan. Banyak dampak buruk dari lokalisasi,” tandasnya.

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Ahmad Jafin

Editor : Hafid Asnan