Tak Diterima di SMP Negeri, Orang Tua Bingung

LIHAT HASIL: Para orangtua dan calon siswa yang mendaftar di SMP negeri melihat pengumuman hasil PPDB zonasi. Mereka mengerubuti papan pengumuman yang ada di sekolah.

RADAR JEMBER.ID – Banyak orang tua siswa yang mengaku bingung setelah anaknya tidak diterima di SMP negeri. Sebab, nama sang anak tidak muncul pada pengumuman yang dimuat di koran Radar Jember. Akhirnya, mereka segera bergegas mengambil berkas yang sudah diberikan pada sekolah.

Orang tua langsung pergi mencari SMP negeri yang masih kekurangan siswa. Namun, mereka harus tetap bersaing dengan calon pelajar lainnya. Seperti yang tampak di SMP Negeri 06 Jember, kemarin (27/6). “Anak saya dan anak tetangga ini ingin sekolah di SMPN 6 Jember,” aku Erna, 40, warga  Lingkungan Wonosari, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Padahal, jarak dari rumahnya ke SMPN 6 Jember 1,465 meter. Sementara itu, SMP negeri lainnya justru lebih jauh dibanding dengan SMPN 6 Jember. Begitu juga dengan yang dialami oleh Lilis, 35, yang anaknya juga tidak diterima di sekolah tersebut.

Lilis mengaku, nilai ujian anaknya juga sangat bagus. Namun, harus tersingkir karena sistem zonasi. “PPDB sekarang ini bukan pemerataan,  tetapi sudah amburadul,” tambah Bambang, 38, warga Perumahan Griya mangli Indah Blok 4/3, Kelurahan Mangli, yang anaknya juga tidak diterima di SMPN 6 Jember.

Bambang mengeluhkan PPDB tahun itu tidak ada sekolah pilihan kedua. Akibatnya, ketika anak tidak diterima di sekolah pertama, mereka harus segera mencari sekolah lain. Sementara itu, untuk sekolah di swasta, biayanya lebih mahal.

Keluhan itu datang dari para wali murid yang anaknya tidak lolos di SMP negeri. Nilai yang bagus melalui perjuangan les privat dengan biaya yang mahal tidak ada artinya. Banyak orang tua memilih SMP negeri yang biayanya tidak mahal. “Biaya sekolah semakin bertambah kalau begini,” keluh Iwan Riesdiyanto, 43, warga Jalan Gajah Mada XX/3, Kelurahan Kaliwates.

SMP negeri yang masih kekurangan siswa langsung diserbu oleh mereka yang tidak lolos. Meskipun jaraknya cukup jauh, mereka terpaksa mendaftar. Misal di SMPN 13 Jember yang masih kekurangan 43 siswa. Jumlah pagunya 128, namun yang mendaftar masih 85.

Tak sampai 1,5 jam, kekurangan 43 pelajar itu  langsung terisi. Bahkan, yang mendaftar ke SMPN 13 merupakan pelajar yang jarak rumahnya ke sekolah cukup jauh. Sebab, sekolah tersebut berada di arah menuju wisata Rembangan. Pendaftarnya berasal dari Perumahan Bukit Permai, Sumbersari, Perumahan Griya mangli Indah, dan Perumahan Bumi Mangli, Kaliwates. “Tak sampai dua jam setelah pengumuman, sekolah langsung diserbu siswa yang diantar orang tuanya,” aku Muhammad, Kepala SMPN 13 Jember.

Selain itu, SMP swasta juga menjadi alternatif pilihan para pelajar yang tidak lolos di SMP negeri. Seperti yang terlihat di SMP Muhammadiyah 01. Sekolah tersebut ramai dengan para pendaftar.  “Jarak dari rumah ke SMP Muhammadiyah 2,4 kilometer,“ aku Iwan, 40, warga Jalan gajah Mada  yang mendaftarkan anaknya di sana.

Suryadi, Kepala SMP Muhammadiyah 01 Jember mengaku, sekolahnya menjadi pilihan calon siswa yang tidak lolos SMP negeri. “Hari pertama, ada 75 yang mendaftar ke sini,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Bagus Supriadi