Gunakan Cempolong, Panen Lele Tembus 1,5 Kuintal

DIMINATI PETERNAK IKAN: Tren memelihara lele menggunakan media cempolong banyak dilakukan oleh warga di Kecamatan Pakusari. Seperti yang dilakukan Franky Firmansyah alias Pepeng, warga setempat.

RADARJEMBER.ID– Budidaya lele menggunakan cempolong, ternyata mampu menghasilkan ikan bersungut tersebut hingga 1,5 kuintal. Seperti yang dilakukan Franky Firmansyah, warga yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani, Dusun Gempol, Desa/Kecamatan Pakusari. Pria yang akrab disapa Pepeng itu telah mengembangkannya sejak setahun lalu.

Pemuda tamatan SMP itu, mengembangkan lele cempolong setelah belajar selama tiga tahun dari Edi, salah seorang guru SD di Kecamatan Jenggawah. Setelah dirasa ilmunya cukup, Pepeng lantas mencoba peruntungan memelihara lele menggunakan media yang sama.

“Kini saya memiliki 13 cempolong berisi ribuan lele. Sekali panen, tiap cempolong bisa menghasilkan lele komsumsi sebanyak 1,5 kuintal. Siap dipanen umur 70 sampai 90 hari. Sedangkan harga lele di pasaran cukup stabil, yakni antara Rp 14.000 hingga Rp 16.000 per kilogram,” ungkapnya.

Sementara itu, Bintoro salah seorang peternak lele cempolong lainnya mengatakan, budidaya lele cempolong merupakan jawaban dari permasalahan yang dihadapi para pembudidaya ikan air tawar. Menurutnya, kini teknik budidaya lele menggunakan cempolong menjadi pilihan peternak ikan di Kabupaten Jember.

IKLAN

“Selain sebagai solusi saat kami dihadapkan ketersediaan lahan yang sempit, memelihara lele cempolong ini juga bisa lebih menghemat pakan buatan pabrik. Jadi lebih praktis dan menghemat biaya produksi,” jelasnya.

Dari budidaya Lele cempolong itu, setidaknya Pepeng dan Bintoro tergolong peternak lele yang sukses. Bahkan kebutuhan pasar lokal di pasok dari lele cempolong di Kecamatan Pakusari. Kini di kecamatan tersebut terdapat 10 orang peternak lele cempolong. Setiap pembudidaya, minimal memiliki dua cempolong berisi bibit lele. Tiap satu cempolong mampu menampung 2.000 ekor bibit lele. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih