Pertemukan Produk UKM dengan Perusahaan

CARA MEMASARKAN: Salah satu pengelola perusahaan yang bergerak di bidang jagung menjelaskan cara bermitra.

RADAR JEMBER.ID – Puluhan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Jember kerap kesulitan untuk memasarkan produk mereka.  Penyebabnya adalah kemasan produk yang kurang menarik serta tidak menemukan mitra yang tepat. Untuk itulah, mereka dipertemukan dengan berbagai perusahaan di Hotel Bintang Mulia, kemarin (26/5).

Para pelaku UKM yang hadir dari berbagai produk, mulai dari kuliner hingga hasil perkebunan seperti kopi dan jagung. Mereka belajar cara bekerja sama dengan perusahaan. Yakni dalam kegiatan membangun kemitraan produk UMKM dengan perusahaan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI itu diikuti oleh 80 peserta UKM. Ada enam perusahaan yang bisa diajak bermitra dengan mereka.

Asisten Deputi Pengembangan Investasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI Rahmadi mengatakan, pihaknya memberikan fasilitas bagi para pelaku UKM agar bisa membangun kemitraan dengan perusahaan besar. “Kami pertemukan produk unggulan Jember dengan pasar,” katanya.

IKLAN

Enam pengelola perusahaan besar dijadikan  narasumber untuk menjelaskan cara bermitra. Mereka merupakan pemilik perusahaan yang bisa menampung produk para pelaku UKM. “Semoga ini bisa menjadi nilai tambah dan menjalin kemitraan,” tambahnya.

Menurut dia, manajemen dan SDM pelaku UKM perlu dikuatkan, pengelolaan keuangan perlu diperbaiki. Mereka perlu dilatih agar bisa bersaing dengan produk-produk lain. Sebab, memasukkan produk ke perusahaan besar tidak mudah. Produk UKM harus memenuhi beberapa syarat, seperti kualitas unggul serta jumlah yang mencukupi. “Jember dipilih karena potensinya cukup besar untuk dikembangkan,” ujarnya.

Selain itu, Kemenkop dan UKM  RI juga akan membangun pusat layanan usaha terpadu (Plut). Nantinya, akan menjadi wadah bagi para pelaku UKM, seperti pelatihan hingga dipamerkan produk di sana. “Rencana di tempatkan di bekas SPBU Jalan Panjaitan,” tuturnya.

Dia menambahkan, era digital menjadi tantangan sendiri bagi para pelaku UKM. Mereka juga harus mempersiapkan diri belajar cara menjual produk secara daring (online). “Seperti membuat website serta memasarkan lewat online,” tuturnya.

Para pelaku UKM itu, lanjut dia, akan disiapkan pendamping untuk melakukan follow up kemitraan. Namun, itu setelah adanya PLUT yang rencana beroperasi pada 2020 mendatang. “Ini upaya meningkatkan sektor UKM yang masih lemah,” paparnya.

Padahal, lanjut dia, para pelaku UKM ini memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi nasional. Sebab, jumlahnya sangat banyak. “Ketika ada krisis, usaha mikro tetap berjalan,” tuturnya.

Sementara itu, Abdul Latif, kepala bidang kemitraan usaha Kemenkop dan UKM RI menambahkan, potensi kopi, jagung, dan kuliner di Jember cukup besar. Untuk itu, perlu pengembangan lebih lanjut agar lebih maju. “Misal kopi, kami mitrakan dengan perusahaan besar agar produk petani dibeli,” tuturnya.

Selain itu, para petani diberi bekal tentang bagaimana cara menanam dan memanen kopi yang benar. “Kegiatan ini tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang sudah kami lakukan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi