Pagu SMK Swasta Juga Dibatasi

DITES MENGAJI: Siswa baru SMK IBU Pakusari saat dites membaca Alquran oleh guru penguji.

RADAR JEMBER.ID – Pemerintah tak hanya membatasi pagu siswa di SMK negeri, kuota siswa di SMK swasta juga dibatasi. Di SMK Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari misalnya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur menetapkan jumlah maksimal siswa di sekolah tersebut sebanyak 860 orang yang terbagi menjadi 24 rombongan belajar (rombel).

Pembatasan ini rupanya menuai protes dari calon wali murid. Sebab, tak semua calon siswa yang mendaftar tertampung di sekolah itu. Bahkan, sejumlah orang tua sempat menggelar demonstrasi, mereka meminta pihak yayasan menambah pagu siswa. Harapannya, anak mereka yang tidak masuk di sekolah negeri dapat belajar di lembaga itu. “Tahun ini, sesuai ketentuan hanya menerima 24 rombel dengan jumlah 860 siswa baru,” ujar Mufti Ali, Kepala SMK IBU.

Menurut dia, permintaan orang tua siswa itu karena pemberlakuan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi menyisakan masalah. Sejumlah siswa yang tidak diterima di SMA negeri memilih tidak sekolah, ketimbang harus belajar di SMK atau SMA swasta yang tidak berkualitas. “Karena ini sudah kebijakan dari dinas pendidikan, maka pihak sekolah dan yayasan tidak berani menambah jumlah pagu yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Mufti Ali mengaku, membeludaknya pendaftar di SMK IBU membuat pihak sekolah dilema. Sebab, di tahap kedua pendaftaran saja, jumlah siswa yang mendaftar sudah melebihi pagu. Sementara itu, jika yayasan membuka pendaftaran lebih dari rombel yang ditentukan, lembaganya khawatir mendapat sanksi dari Dispendik. “Nantinya yayasan yang disalahkan oleh dinas pendidikan,” paparnya.

SMK swasta ini memang tergolong favorit di wilayah timur Jember. Bahkan, calon siswa yang telah dinyatakan lolos seleksi PPDB masih harus mengikuti serangkaian tes yang dilakukan oleh sekolah. Ratusan siswa baru di SMK IBU itu wajib menjalani computer based test (CBT), tes kemampuan dasar, pengenalan dasar, mengaji, dan akhlak. “Memang untuk siswa baru ada tiga tahap tes,” jelas Mufti Ali. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih