Pedagang Keluhkan Panas dan Bau

ATAP KACA: Kondisi lantai dua Pasar Tanjung saat menjelang siang. Pedagang dan pembeli kerap mengeluhkan kondisi di lantai dua pasar induk tersebut, karena dianggap panas dan bau.

RADAR JEMBER.ID – Mimpi bisa melapak dengan nyaman dan sejuk seperti di pusat-pusat perbelanjaan modern menjadi mimpi pedagang. Namun, semua itu tampaknya masih jauh jika melirik kondisi pasar tradisional. Kondisinya masih terlihat kumuh, kotor, dan bau. Bahkan, suasana panas dan pengap menjadi hal lumrah bagi pedagang.

Seperti yang terjadi di Pasar Tanjung. Pasar induk yang berlokasi di tengah Kota Jember itu menyuguhkan pemandangan dan suasana yang sama. Meskipun sudah beberapa kali direnovasi, sejumlah pedagang masih mengeluhkan fasilitas pasar yang dianggap jauh dari harapan mereka. Pemandangan kumuh pasar itu terjadi di lantai dua. Sampah juga sering telat diangkut oleh petugas kebersihan. Padahal, pasar itu nyaris tak pernah sepi aktivitas.

Hampir 24 jam penuh para pedagang dan pembeli silih berganti bertransaksi di pasar. Oleh sebab itu, pasar dituntut selalu bersih dan menyediakan fasilitas yang nyaman, baik untuk pembeli maupun pedagang. “Kalau pagi panas, siang dikit sampah mulai menumpuk,” kata Marwati, salah seorang pedagang sembako.

Marwati yang melapak di pinggiran kaca lantai dua pasar mengaku kerap merasa kurang nyaman. Sebab, di situ hanya beratapkan jendela kaca. Pada jam-jam tertentu, atap-atap kaca itu menimbulkan hawa panas. “Kalau sampah-sampah itu telat diangkut, pasti akan numpuk. Itu menyebabkan bau yang tidak enak,” imbuhnya.

IKLAN

Kondisi itu tidak hanya dikeluhkan oleh Marwati. Sejumlah pembeli yang sempat ditemui oleh Radarjember.id juga mengeluhkan hal serupa. Rata-rata, mereka mengeluhkan masalah panas dan kebersihan. “Di pinggiran lantai dua itu banyak lapak pedagang. Dan itu berdempetan dengan tempat penampungan sampah,” kata Yuli Andrianingsih, salah seorang pembeli di pasar tersebut.

Menurutnya, jika sampah-sampah itu telat diambil, yang dirugikan para pedagangnya. Para pembeli pasti enggan berbelanja di sekitar area itu. “Pembeli kan pilih-pilih kalau belanja. Mereka yang melapak di sekitar tempat sampah yang kotor dan bau itu, otomatis pembeli akan risi,” pungkasnya. (*)

Reporter : mg2

Fotografer : Maulana

Editor : Mahrus Sholih