Pamit ke Rumah Teman, Tewas Mengambang di Sungai

Motor dan Jenazah Ditemukan Terpisah

PROSES EVAKUASI: Petugas Polsek Semboro dibantu warga sekitar saat melakukan evakuasi Sri Wasih, 56, dari Sungai Bondoyudo, Dusun Semboro Lor, Desa/Kecamatan Semboro.

RADAR JEMBER.ID – Selasa (25/6) subuh, warga menemukan sebuah motor tak bertuan. Kendaraan roda dua berwarna hitam itu terparkir begitu saja di pinggir Sungai Bondoyudo, Dusun Pucu’an, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul. Di lokasi yang sama juga ditemukan bercak darah dan sepasang sandal warna kopi susu. Penemuan motor Honda Beat P 5996 NZ ini membuat warga heboh.

Lima jam kemudian, sekitar pukul 09.30, seorang pencari rumput menemukan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan mengambang di pintu air Sungai Cempolong, Dusun Semboro Pasar, Desa/Kecamatan Semboro. Lokasi penemuan mayat ini berjarak beberapa kilometer dari lokasi ditemukannya motor tersebut.

Setelah ditelusuri, mayat itu bernama Sri Wasih, warga Dusun Curahbamban, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul. Rupanya, ada keterkaitan antara peristiwa pertama dan kedua. Mayat yang ditemukan adalah pemilik motor yang tak bertuan. Namun hingga kemarin, belum diketahui penyebab pasti kematian korban. Dugaan sementara, perempuan 56 tahun itu meninggal karena tenggelam.

Informasi di lapangan, mayat korban pertama kali ditemukan pencari rumput. Mayat itu mengambang dan tersangkut di dam aliran Sungai Bondoyudo tersebut. Saat itu juga, saksi memberi tahu warga lain dan dilaporkan ke Polsek Semboro. Setelah menerima laporan, petugas datang ke lokasi dan mengevakuasi mayat korban menggunakan tambang.

Mayat tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Tanggul untuk divisum. Dari hasil visum, petugas tak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Sementara itu, darah yang keluar dari hidung korban karena kekurangan oksigen, bukan akibat kekerasan. “Menurut dokter begitu. Darah itu keluar karena korban kekurangan oksigen yang diduga karena tenggelam,” ujar Kasat Reskrim Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Qantasson, di Puskesmas Tanggul.

Menurut Jumbo, beberapa jam sebelum penemuan mayat itu, warga juga menemukan motor milik korban. Motor itu terparkir di pinggir sungai yang satu aliran dengan ditemukannya mayat korban. “Setelah kita telusuri, ternyata sepeda motor itu adalah milik korban yang meninggal ini,” ujarnya.

Disinggung soal kematian korban, Jumbo belum berani menyimpulkan. Sebab, kasus itu masih dalam penyelidikan. Sebenarnya, polisi bakal mengotopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Namun, pihak keluarga menolak dan memilih langsung memakamkan. Jumbo juga memastikan, barang-barang milik korban tidak ada yang hilang. “HP-nya saja masih ada. Dan kita temukan di kantong baju yang dipakai korban,” ujarnya.

Menurut keluarga, korban pamit keluar dari rumah Senin (24/6) pukul 18.00. Korban pamit hendak ke rumah temannya. “Keluarga juga sempat mencari. Tahu-tahunya dapat kabar korban sudah meninggal,” pungkas Jumbo. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih