Keren, Mahasiswa STIE Mandala Bikin Tanjusung

PRODUK MAKANAN OLAHAN: Tiga mahasiswi STIE Mandala berhasil membuat produk makanan campuran ketan, keju, susu dan jagung.

RADAR JEMBER.ID – Mahasiswa STIE Mandala Jember tak henti-hentinya mengembangkan kreativitas. Terbaru, Dia Ayu Ratnasari, Indah Ferdiana, dan Eli Evi Susanti berhasil membuat produk makanan olahan campuran ketan, keju, susu dan jagung. Produk ini diberi nama Tanjusung.

Tak heran, karya produk makanan olahan ketiga mahasiswa STIE Mandala tersebut mendapatkan Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Ketan cukup populer dengan nama beras ketan. Itulah mengapa ketan cocok digunakan sebagai bahan dasar pembuatan jajanan pasar. Ketan mudah ditemui di pasar tradisional,” kata Shadrina Kartika Sari SE MM, dosen pembimbing ketiga mahasiswi.

Produk Tanjungsung ini sangat prospektif. Sebab, bisa dipasarkan ke pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

IKLAN

Eli Evi Susanti, salah seorang mahasiswi menjelaskan, selama ini umumnya pedagang ketan menjualnya kiloan. Ketan memiliki manfaat yang tak kalah hebat dengan beras. Ketan dapat dijadikan makanan berkarbohidrat alternatif pengganti beras. “Oleh karena itu, kami akan membuat inovasi baru dari beras ketan menjadi olahan pangan ketan dengan penambahan jagung, keju, susu, yang kita kemas namanya menjadi produk Tanjusung,” ujarnya.

Tanjusung ini nantinya dapat dikonsumsi oleh semua masyarakat Indonesia, khususnya warga Jember. Beras ketan ini menjadi bahan utama dari Tanjusung. Dari beras ketan yang bagus pula, ketan yang dijual akan semakin lezat. “Nutrisi yang terkandung dari secangkir beras setara dengan 169 kalori,” imbuhnya.

Tingkat kematangan yang pas dan tidak terlalu lembek atau keras. Hal ini yang menjadi penarik atau nilai tambah tersendiri. Tidak hanya enak, namun juga ditambah dengan kandungan yang kaya akan manfaat. Sekali Anda memenuhi perut Anda, sekaligus mengisi nutrisi tubuh Anda.

Menurut Ayu Ratnasari, tujuan program ini adalah menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa. Ikut menyumbangkan kreativitas yang inovatif pada dunia usaha. Serta untuk mempersiapkan diri terjun di dunia usaha setelah menyelesaikan studi di perguruan tinggi. “Menghasilkan produk jajanan terbaru yang bergizi tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Indah Ferdiana menyebut, cara mempraktikkan pembuatan Tanjusung sederhana saja. Yakni, bahan yang disediakan adalah 1 kilogram ketan, garam secukupnya, dua bungkus santan, tiga biji jagung, susu, dan mika.

Cara pembuatan, rendam ketan selama 15 menit. Panaskan dandang yang sudah di isi air selama 5 menit lalu masukkan ketan yang sudah direndam ke dalam dandang sampai setengah matang. “Sambil menunggu ketan setengah matang, potong jagung dan dicuci,” ujarnya.

Setelah ketan setengah matang, angkat ketan tersebut ke baskom. Lalu campurkan dengan santan dan air garam secukupnya. Ketan yang sudah di campur kembali dimasukkan ke dandang agar ketan matang. “Tak lupa pula jagung yang sudah dipotong-potong dimasukkan juga ke dandang. Taruh di atas ketan tersebut, tunggu selama 10 menit,” imbuhnya.

Sambil menunggu ketan tersebut, siapkan berbagai toping yang diinginkan. ”Setelah matang, tiriskan ke masing-masing mika lalu taburkan toping,” jelasnya.

Produk yang dihasilkan mahasiswa ini tidak hanya berhenti di sini. Mereka juga akan mengembangkan inovasi lain. Baik dari segi produk maupun pemasarannya. Produk tersebut juga akan ditetapkan hak ciptanya supaya terlindungi. (*)

Reporter : Hadi Sumarsono

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono