Hilang 2 Bulan, Ditemukan Jadi Mayat

Keluarga Tolak Otopsi

BERHASIL DIEVAKUASI: AKP Suhartanto bersama anggota SAR Rimba Laut saat melakukan evakuasi korban yang hanya tersisa tulang belulang, di hutan TNMB Wilayah II Ambulu, Dusun Terate, Desa Curahnongko, Tempurejo

RADAR JEMBER.ID – Setelah menghilang selama dua bulan, akhirnya Samo, 60, warga Desa Andongrejo, Tempurejo, yang hilang dua bulan lalu ditemukan. Sayangnya, ia ditemukan tak lagi utuh. Hanya tulang belulangnya yang ditemukan di lokasi yang sangat pelosok.

Sejak dua bulan silam, tak ada satu pun keluarga yang mengetahui keberadaan Samo. Keluarganya pun tak ada yang mengetahui ke mana korban pergi. Hanya saja, korban mengalami gangguan kejiwaan dan pergi tanpa pamit hingga ditemukan, kemarin (25/6). “Menurut keterangan keluarga, setelah hilang dari rumah, korban langsung dicari oleh keluarga. Bahkan, sempat melapor kepada petugas tentang hilangnya korban,” ujar Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto kepada Radarjember.id.

Jasad korban ditemukan di hutan Taman Nasional Meru Betiri Wilayah II Ambulu, tepatnya masuk hutan Nanggelan, Dusun Terate, Desa Curahnongko, Tempurejo, Selasa (25/6) pukul 13.00. Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang pencari madu hutan. Keduanya yaitu Bakir, warga Dusun Terate, Desa Curahnongko, Tempurejo, dan Siswadi, warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Tempurejo.

Saat itu, keduanya masuk ke dalam hutan yang diyakini banyak terdapat sumber madu. Tiba-tiba, keduanya mencium bau menyengat seperti bau bangkai. Karena penasaran, Bakir dan Siswadi langsung mencari sumber bau. Alangkah kagetnya mereka ketika mengetahui ternyata bau itu berasal dari mayat manusia yang kondisinya nyaris tinggal kerangka.

IKLAN

Mirisnya lagi, posisi kepala dan badan terpisah sekitar dua meter. Sementara itu, tak jauh dari mayat, ditemukan celana panjang, celana pendek, dan kaus yang diduga kuat milik korban. Setelah penemuan itu, keduanya langsung pergi dan melapor kepada petugas Perhutani yang kemudian meneruskannya ke Polsek Tempurejo.

Untuk menuju lokasi penemuan mayat korban, petugas harus menempuh jarak sekitar 10 kilometer dengan medan yang berat dan keluar masuk hutan TNMBM. Selain petugas dan saksi, istri korban, Toyani, juga ikut ke lokasi penemuan jasad Samo, untuk memastikan identitasnya. “Keluarga meyakini bahwa itu Samo, karena masih ingat betul dengan pakaian korban terakhir pergi dari rumah,” lanjut Suhartanto.

Diduga kuat, lanjut Suhartanto, korban meninggal akibat kelaparan dan tak tahu arah jalan saat pulang. Pihaknya juga sudah berencana melakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban, namun pihak keluarga menolak. “Setelah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi, jenazah kita serahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan,” pungkas Suhartanto. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti