Dugaan Korupsi Didalami, Pasar Manggisan Disegel

DISEGEL: Pasar Manggisan, Tanggul, diberi tanda penyegelan oleh Kejari Jember. Ini adalah tindak lanjut penyidikan yang dilakukan kejaksaan untuk mengungkap dugaan korupsi pembangunan pasar di Jember.

RADAR JEMBER.ID – Kejari Jember menyegel Pasar Manggisan yang berada di Kecamatan Tanggul, kemarin (25/6). Penyegelan itu menyusul setelah dua saksi dipanggil ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terkait dugaan korupsi pembangunan 12 pasar tahun 2018 lalu. Namun demikian, kejaksaan belum membeberkan mengenai kemungkinan pasar-pasar yang lain, apakah bakal disegel atau tidak.

Kepala Seksi Intel Kejari Jember Agus Budiarto mengatakan, sejauh ini aparat adhyaksa masih menyegel Pasar Manggisan saja. Selebihnya, menunggu hasil penyidikan lebih lanjut. “Dari 12 pasar itu, baru tadi pagi (kemarin, Red) Pasar Manggisan kami segel,” tuturnya kepada Radarjember.id.

Hingga kini, Agus menambahkan, pihaknya masih menunggu perkembangan pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Juga berdasarkan alat-alat bukti lain yang telah disita oleh kejaksaan. “Apakah nanti disegel atau tidak, kita tunggu perkembangannya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kerugian negara dalam perkara tersebut, Agus masih enggan memaparkan. Menurut dia, terlalu dini untuk menyebut jumlah kerugian dalam bentuk nominal. Tapi, dia memastikan ada kerugian negara akibat proyek pasar tradisional itu.

Untuk itu, dirinya meminta agar publik sabar menunggu hasil pendalaman yang dilakukan oleh aparat. “Terlalu cepat kalau kita bicara kerugian negara untuk masalah ini. Tetapi pasti ada kerugiannya. Namun belum saatnya kami sampaikan,” paparnya.

Sehari sebelum penyegelan, Senin (24/6), dua orang saksi dipanggil Kejari Jember. Mereka sudah memberikan keterangan. Namun, Agus masih enggan mengungkapkan identitas kedua saksi tersebut. “Dua saksi kemarin yang kami panggil pertama berstatus ASN atau pegawai negeri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya bakal terus mengembangkan perkara itu. Salah satunya dengan mendatangkan saksi lain. “Untuk saksi akan kami panggil lagi. Ada beberapa saksi,” pungkas Agus. (*)

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih