Bayi TKW Jember Ditinggal di RS Malaysia

ANAK TKW: Rombongan keluarga menerima penyerahan bayi delapan bulan dari KBRI Kuala Lumpur di Bandara Juanda Surabaya

RADAR JEMBER.ID – Oktafiyani, 32, tenaga kerja wanita (TKW) asal Jember ini meninggalkan bayi yang dilahirkannya di Rumah Sakit (RS) Kualalumpur, Malaysia. Itu dilakukannya karena dia tak mampu membayar biaya persalinan. Selama delapan bulan, bayi yang bernama Aisyah tersebut dibiarkan di RS.

TKW tersebut merupakan warga Dusun Kebonsari RT 001 RW 008, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu. Dia memiliki hubungan dengan orang Malaysia hingga melahirkan anak. Sayangnya, pria asal Malaysia tersebut juga tak diketahui keberadaannya.

Karena sudah delapan bulan dibiarkan, akhirnya pihak rumah sakit melaporkan bayi tersebut pada KBRI Malaysia. KBRI lantas menghubungi keluarga Oktafiyani melalui Pemkab Jember. Akhirnya, bayi tersebut berhasil diserahterimakan di Bandara Internasional Juanda Surabaya, kemarin (25/6).

Kisah bayi yang ditinggalkan ibunya tersebut bermula saat Oktafiyani yang tercatat sebagai TKW Malaysia menjalin hubungan asmara dengan warga Malaysia. Begitu mengandung, dia melahirkan di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur.

Diduga karena tak mampu memenuhi kewajiban membayar biaya persalinan, bayi itu pun ditinggal di rumah sakit. Pihak rumah sakit pun kebingungan akan dibawa ke mana bayi tersebut. Terpaksa, mereka harus tetap merawatnya dengan baik.

Setelah delapan bulan menjalani perawatan, rumah sakit mencoba mencari alamat detail Oktafiyani. Setelah ditemukan, pihak rumah sakit langsung menghubungi KBRI dan diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Jember.

Direktur Migrant Care Bambang Teguh Karyanto menjelaskan, bayi yang dilaporkan ke KBRI itu diurusi oleh konsulat KBRI Malaysia dan diberitahukan ke Pemkab Jember. Setelah semuanya jelas dan dipastikan anak itu merupakan putra dari Oktafiyani, bayi itu bisa dibawa pulang ke Jember. “Prosesnya memang panjang. Tetapi kami bersyukur karena sekarang sudah diserahkan,” tuturnya.

Camat Ambulu Sutarman menambahkan, proses penjemputan Aisyah yang diserahkan KBRI Malaysia di Bandara Juanda Surabaya diterima langsung oleh nenek sang bayi, yaitu Sumiati. “Kenapa bayi ini ditinggal di rumah sakit, saya kurang tahu. Yang jelas, pihak rumah sakit langsung melaporkan sesuai dengan alamat ibu bayi. Kemudian, saya diperintahkan ibu bupati untuk menjemputnya, karena kebetulan warga Ambulu,” paparnya.

Bayi yang sudah diterima itu langsung diserahkan kepada keluarganya di Desa Sabrang. “Sampai di Jember kira-kira pukul 21.00. Kemudian, langsung diserahkan ke keluarganya,” imbuh Sutarman.

Rombongan yang ikut menjemput bayi tersebut meliputi Migrant Care, Sekretaris Desa Sabrang, kepala dusun, serta ketua RT tempat tinggalnya keluarga bayi.

Sumiati, nenek bayi, menyatakan kesiapannya untuk merawat bayi anaknya yang kini belum diketahui keberadaannya. Dia berharap agar cucunya sehat selalu dan anaknya bisa segera ditemukan agar bisa pulang ke Jember.  (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi