Kunjungi Tempat Ibadah

Mahasiswa Bikin Gerakan Lawan Intoleransi

DISAMBUT BAIK: Pengurus Gereja Kristen Perjanjian Baru Jember menerima dengan baik kunjungan mahasiswa dan anak muda yang tergabung di Peaceleader. Kunjungan ke tempat ibadah ini merupakan bagian dari kampanye menumbuhkan toleransi antar umat beragama.

RADARJEMBER.ID– Banyaknya gerakan yang mengarah ke sikap intoleran akhir-akhir dinilai dapat mengancam kesatuan Indonesia. Untuk itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Lekfas dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember (Unej) bersama Komunitas Peaceleader Jember, mengadakan kunjungan ke Gereja Kristen Perjanjian Baru di kabupaten setempat. Ini sebagai bentuk kampanye toleransi antar umat beragama.

Sebagai UKM Kerohanian yang menaungi semua agama, Lekfas merasa kegiatan kunjungan ke tempat ibadah sangat penting. Kepada Pengurus Gereja, mahasiswa tak hanya bertanya dan berdialog tentang toleransi agama, mereka juga mendoakan Indonesia agar menjadi negara yang damai dan toleran. “Kita sebagai kaum muda harus menjadi golongan terdepan untuk menjaga kesatuan Indonesia,” papar Iqbal, Pengurus Lekfas.

Kegiatan tersebut disambut baik pihak gereja. Pendeta Gereja Kristen Perjanjian Baru Jember, Kun Slamet menyebutkan, gerakan-gerakan anti intoleransi di kalangan anak muda sangat bagus. Selain rasa peduli mereka tentang keberagaman Indonesia, mereka juga menyerukan untuk hidup rukun meski dalam perbedaan. “Agama tak perlu diperdebatkan. Yang terpenting agama menjadi sarana untuk mengenal Tuhan,” jelasnya.

Ia menuturkan, tak hanya di agama Islam saja yang memiliki banyak aliran, tapi hampir di semua agama juga sama. Namun, yang menjadi poin penting adalah perbedaan tak usah menjadi alasan untuk bersikap intoleransi, tapi harus menjadi dasar membangun sikap nasionalisme yang berlandaskan Pancasila. “Karena manusia hidup saling membutuhkan dan menerima satu dengan yang lain,” tukasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih