Upaya Senima Bisa Pulang ke Rumah

Lapor Polres dan PTSP

DIKUNCI: Senima alias Bu Firman menunjukkan gerbang milik Ali Mustofa yang memblokade akses jalan ke rumahnya.

RADAR JEMBER.ID – Hampir sebulan terakhir, Senima alias Bu Firman masih belum bisa pulang ke rumah. Sejak sebelum Lebaran hingga saat ini, keduanya masih menumpang sementara di tetangga. Di rumah tetangganya itu, dia juga bekerja sebagai pembantu.

Senima tak bisa pulang lantaran akses jalan satu-satunya menuju ke rumah yang sudah dia huni sejak 2005 silam masih digembok oleh pemilik rumah kos, Ali Mustofa. Rumah janda berusia 45 tahun ini berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Krajan Barat, RT 2 RW 5, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

Kesedihan Senima semakin dalam ketika putra semata wayangnya menangis tak dapat mengambil sepatu atau buku pelajaran. Oleh karenanya, agar tetap bisa sekolah, sang anak harus pinjam peralatan belajar ke temannya. “Rumah saya di belakang. Pojok sendiri. Tidak ada jalan lain. Akibatnya, selain tak bisa pulang, anak saya juga tidak bisa ambil perlengkapan sekolah,” tutur Senima kepada Radarjember.id.

Sembari menunjukkan posisi rumah yang terimpit bangunan rumah kos milik Ali Mustofa. Dia berharap agar masalah ini cepat selesai. Keduanya juga ingin cepat kembali pulang ke rumah mereka sendiri.

Nestapa ini bermula dari urusan jual beli rumah. Dulu, almarhum suaminya membeli rumah itu dari Sakur dan belum diberikan sertifikatnya. “Tapi pak Sakur sangat baik kepada keluarga saya,” katanya lirih.

Setelah itu, Sakur menjual lahan yang di sekitar rumah Senima kepada Ali Mustofa. Awalnya, tak ada masalah, hingga maut menjemput suaminya. Pasca itu, Ali membangun rumah kos di lahan yang baru dibelinya, sekitar setahun lalu. Celakanya, Senima tak mengantongi sertifikat sebagai bukti kepemilikan.

Karena itulah, Ali Mustofa merasa memiliki hak atas akses jalan ke rumah Senima. Sebab, dirinya memiliki sertifikat. Meski dia juga sudah tahu keberadaan rumah Senima yang berada di dalam lahannya itu.

Sebenarnya, upaya penyelesaian secara kekeluargaan sudah dilakukan kedua belah pihak. Bahkan, beberapa kali proses mediasi serta pendekatan dilakukan. Tapi, hingga kini masih belum ada jalan keluar.

Ketua Tim Penasihat Hukum Senima, Ronny Hamzah mengungkapkan, setelah tak ada titik temu, perkara ini dilaporkan melalui pengaduan masyarakat ke pemerintah daerah, setahun lalu. Tapi tak kunjung ada tindak lanjut.

“Akhirnya kami melaporkan ke Polres Jember. Setelah Lebaran kemarin, baru mulai diproses. Saya juga tidak tahu mengenai lambatnya proses kasus ini,” tuturnya saat dihubungi Radarjember.id.

Kini, perkara tersebut sudah dalam proses penanganan di Polres Jember. Upaya lain juga dilakukan. Pihaknya melaporkan masalah itu ke Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemkab Jember. Terutama mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah kos tersebut. (*)

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih