Terkait Dugaan Korupsi Pasar Tradisional

Kejari Periksa Saksi PPK dan PPTK

TERUS SELIDIKI: Kasi intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Agus Budiarto menjelaskan kasus penyelewengan anggaran pasar. Bersama tim, kejaksaan terus memproses perkara tersebut.

RADAR JEMBER.ID – Kejaksaan Negeri Jember memeriksa dua saksi di Kantor Kejari, kemarin (24/6). Mereka adalah Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) dan Pejabat Pembuat Teknis Komitmen (PPTK) dari Disperindag dan ULP Pemkab Jember. Hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan kasus dugaan penyelewengan anggaran rehabilitasi  pasar tradisional.

Agus Budiarto, Kasi Intel Kejari Jember mengatakan, pemeriksaan saksi dilakukan pada saksi awal, yakni dua orang dari Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) dan Pejabat Pembuat Teknis Komitmen (PPTK) dari Disperindag dan ULP. “Pertimbangan kami, saksi ini untuk menggali informasi awal yang diperlukan lebih lanjut oleh penyidik,” ucapnya.

Kejari Jember mengutamakan dua saksi tersebut. Apalagi, saksi tersebut juga berstatus PNS. “Sekarang ini (kemarin, Red) masih dalam proses pemeriksaan,” imbuh pria yang disapa Agus ini.

Kejari Jember masih terus menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi pasar tersebut. “Ada beberapa pasar yang memang tidak bisa ditindaklanjuti, ya kami hentikan. Tapi kalau ada indikasi penyimpangan, akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.

IKLAN

Ke depan, kata dia, setelah dua orang saksi awal ini, bakal ada sejumlah saksi lain yang akan dipanggil. Sebab, proses pemeriksaan masih terus berlanjut. Agus juga belum menyebutkan berapa kerugian negara atas indikasi penyelewengan anggaran itu. “Masih belum, kami perlu menggandeng pihak audit atau BPK juga nanti,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Kejaksaan Negeri Jember menggeledah ruangan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Bagian Pembangunan, Pemkab Jember. Serta kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember (Disperindag). Ada dua koper dokumen yang dibawa. Setelah proses penggeledahan tersebut, Kejari Jember terus melanjutkan proses penyelidikan. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi