Ikut Pencak Silat sejak SD, Restu Ortu Jadi Kunci

Fakhrul Rozi Raih juara Dua Lomba Pencak Silat Nasional

INSPIRATIF: Fakhrul Rozi tengah menunjukkan piagam penghargaan dan medali perak yang diraihnya dalam konpetisi silat di Malang.

RADAR JEMBER.ID – Tubuhnya kecil namun kekar, usianya masih muda. Dia terampil dalam menguasai beberapa jurus. Dia akrab disapa Fakhrul. Pria ini sudah menggeluti dunia seni bela diri dalam waktu yang cukup lama, yakni sejak 2006 lalu. Tak heran, pencak silat sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dirinya

Dia tergabung dalam perguruan pencak silat Merpati Nusantara yang ada di Kampung Condro, Kelurahan Kaliwates. Menurutnya, selain sebagai pertahanan diri, aktif di dunia seni bela diri juga  untuk membanggakan nama perguruan tempatnya berproses.

Tahun 2017 lalu, dia sempat ikut seleksi penjaringan kejuaraan daerah, namun tidak lolos. Tak menyerah sampai di situ. Saat pertama kali mengikuti kompetisi di Malang 22-23 Juni 2019 lalu, dia langsung meraih juara dua. “Sudah 14 tahun menekuni seni bela diri,” akunya.

Saat mengikuti kompetisi, alumni SMKN 1 Jember itu awalnya tidak terbayang akan meraih juara dua dengan medali perak. Sebab, dirinya dirundung kekhawatiran tampil di depan 50 lebih peserta turnamen pencak silat dari berbagai daerah.

Kejuaraan pencak silat yang diikuti Fakhrul menjadi pengalaman pertamanya tampil di level nasional. Persiapan untuk mengikuti kompetisi itu pun terbilang cukup mepet. Namun, dia berangkat dengan motivasi yang tinggi. “Saya ingat pesan orang tua dan guru sebelum berangkat. Yang penting, bisa tampil dan pulang dengan selamat,” tuturnya.

Ternyata, setelah mengikuti kompetisi tersebut, dia meraih juara dan pulang dengan perasaan yang bahagia. Tak hanya dirinya yang, tujuh rekannya juga menyabet gelar yang berbeda di kompetisi yang sama.

Dia menceritakan kiat-kiat dirinya mampu keluar sebagai juara. Tak hanya mendalami latihan fisik, namun harus juga menjaga kesehatan. “Yang tak kalah penting adalah doa dan restu orang tua dan guru-guru kita,” imbuhnya.

Pemuda dari tiga bersaudara itu juga menuturkan bahwa sang ayah hanya bekerja sebagai penjaga SPBU di Kaliwates. Ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. “Sedikit banyak saya bisa membanggakan orang tua,” tuturnya penuh haru.

Saat ini, Fakhrul tengah bekerja sebagai cleaning service (CS) di Kota Cinemax. Selain itu, dia aktif sebagai anggota GP Ansor Ranting Kaliwates. Dia berencana akan terus mengasah dan memperdalam kemampuannya.

Meskipun sudah pulang membawa medali dan piagam untuk dipersembahkan kepada kedua orang tuanya, dia tak berhenti di situ. Namun, ia tetap akan terus berkompetisi dalam berbagai kejuaraan. Salah satunya adalah kompetisi pencak silat lagi di ajang Tugumuda Championship Surabaya, September mendatang. “Pastinya harus tetap semangat  ke depannya, terus mengembangkan bakat,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : mg2

Editor : Bagus Supriadi