Bangun Pendidikan Umat, Bank Syariah Mandiri Berikan Beasiswa

SINERGI: Kepala Area BSM Jember Leo Agus Sandi (dua dari kiri) didampingi oleh Kepala Anak Cabang BSM Balung saat memberikan Bantuan Siswa Miskin kepada Kepala MTs Negeri 9 Jember Ihsanuddin

RADAR JEMBER.ID – Bank Syariah Mandiri (BSM) melalui anak Cabang Balung memiliki komitmen dalam memberdayakan masyarakat. Hal itu diwujudkan dengan sejumlah program unggulannya. Yaitu melalui pemberian beasiswa pendidikan.

Beasiswa berupa uang tunai itu diberikan kepada sejumlah 15 siswa MTs Negeri 9 Jember. Masing-masing dari mereka mendapatkan bantuan hibah pendidikan sebesar Rp 750 ribu. “Salah satu kontribusi kita pada pendidikan adalah melalui program Didik Umat,” kata Bayu Krisna, manajer BSM Balung.

Menurutnya, beasiswa itu disalurkan dari Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas), salah satu unit Bank Syariah Mandiri yang dijalankan di setiap anak cabang tiap wilayah, salah satunya BSM Balung.

Melalui Laznas tersebut, lanjutnya, tak hanya melaksanakan program Didik Umat, namun pihaknya juga melakukan program Simpati Umat, dan Mitra Umat. Semua itu disalurkan melalui beberapa jalur pendidikan dan perekonomian. “Program bantuan dari Laznas ini kami rutin diadakan tiap tahun,” imbuhnya.

Bahkan, tak hanya berbentuk beasiswa kepada  siswa kurang mampu, pemberian bantuan berupa pemberangkatan umrah gratis, renovasi masjid, dan sumbangan gerobak untuk pelaku usaha bisnis kecil juga beberapa kali dilakukan.

Sementara itu, kepala Area BSM Jember Leo Agus Sandi menuturkan, keberadaan BSM selama ini memprioritaskan untuk memberdayakan umat. Seperti memberangkatkan umrah gratis bagi marbot masjid dan tenaga honorer. Menurutnya, setiap 2,5 persen laba yang didapatkan kantor itu digunakan untuk donasi program-program sosial dan pemberdayaan.

“Tidak semua keuntungan kembali ke negara, karena ada sebagian yang diperuntukkan untuk umat,” imbuhnya. Dia juga berharap, BSM semakin maju ke depannya dan semakin dipercaya oleh masyarakat.

Langkah pemberian bantuan itu pun disambut baik oleh Kepala MTs Negeri 9 Ihsanuddin. Dia menerangkan, kedatangan BSM ke sekolah itu memang menjadi harapan sejumlah siswanya. Menurutnya, siswa kurang mampu atau kategori miskin di sekolahnya memang selalu ada di setiap tahun. Data itu, menurutnya, berdasarkan Surat Keterangan Miskin (SKTM) yang digunakan oleh sejumlah siswa yang mencapai sekitar 200-an.

“Orang tua para siswa banyak yang berlatar belakang petani. Saat sejumlah anak yang memiliki SKTM itu saya ajukan, alhamdulillah ternyata di-ACC oleh BSM,” ujarnya. (*)

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : mg2

Editor : Hadi Sumarsono