Kembangkan Inovasi Ekstrak Daun Sirih dan Daun Sirsak

Mahasiswa Akademi Farmasi Jember Ciptakan Permen SIRSIR

USUNG PERMEN SEHAT: (Dari kiri ke kanan) Zahrotul Hasanah, Vitria Ramadhani Widiyanningsih, Debby Setiawan Putri, dan Arif Dwi Cahyo Wicaksono, para mahasiswa Akademi Farmasi Jember yang sukses menciptakan produk permen SIRSIR yang didukung dan didanai oleh Kemenristekdikti.

RADAR JEMBER.ID – Debby Setiawan Putri, Arif Dwi Cahyo Wicaksono, Zahrotul Hasanah, dan Vitria Ramadhani Widiyanningsih berkreasi menciptakan produk permen SIRSIR. Produk ini merupakan produk inovatif, kreatif, dan sehat, yang memanfaatkan daun sirih dan daun sirsak sebagai kombinasi bahan berkhasiat.

Kedua jenis bahan dasar ini dipilih karena memiliki beragam manfaat bagi tubuh, serta mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Daun sirih memiliki bentuk dan bau daun yang khas, serta meninggalkan rasa pahit yang khas di lidah. Rasa pahit itu dinetralisasi dengan ekstrak daun sirsak, sehingga memunculkan rasa asam yang mampu menutupi rasa pahit aslinya.

Debby menuturkan, selain bisa menjadi camilan sehat bagi keluarga, permen SIRSIR ini juga mampu membantu mencegah dan mengobati sariawan, menghilangkan bau mulut, dan mencegah panas dalam. Produk ini membentuk rasa yang berbeda dari permen-permen yang biasa dijual di pasaran. “Selain mudah dinikmati oleh segala usia, pemanfaatan alam bisa dilakukan secara maksimal dan mampu mencegah hilangnya obat tradisional di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Inisiasi permen SIRSIR ini muncul dari pengalaman Debby yang kerap mengalami sariawan di mulutnya. Setiap kali sariawan, nafsu makannya bisa menghilang. “Rasanya malas makan, pengennya ngemil aja,” tuturnya.

Untuk mengobati sariawan tersebut, biasanya mahasiswi semester empat Akademi Farmasi Jember ini berkumur-kumur dengan air rebusan daun sirih. Dari sini dirinya terpikir untuk membuat camilan dengan bahan dasar daun sirih. Karena rasa asli daun sirih ini sangat pahit, maka daun sirsak dipilih untuk menyeimbangkan rasanya.

Debby dkk menggunakan bahan yang mudah ditemui di sekitar masyarakat. Selain daun sirih dan daun sirsak, mereka juga menambahkan agar-agar jeli, gula, dan perasa asam. “Bentuk produk jadinya adalah permen yang kenyal dan mudah dikonsumsi segala kalangan masyarakat,” imbuhnya.

Proses pembuatannya pun tak membutuhkan durasi panjang. Proses yang cukup memakan waktu adalah membiarkan permen tersebut menjadi padat. “Biasanya sekitar enam jam sampai satu hari,” kata Zahro.

Dalam satu kali proses pembuatan, keempatnya menggunakan campuran lima liter zat cair yang kemudian diproses menjadi permen padat. Hasilnya adalah sekitar 20 toples dan 25 kemasan. “Satu kemasan sekitar 20 butir permen, dan satu toples sekitar 40 butir permen,” terang Zahro.

Keempat mahasiswa Akademi Farmasi Jember ini mulai memproduksi permen SIRSIR secara massal pada Mei lalu. Sebelumnya, selama dua bulan mereka mencoba menentukan komposisi yang pas agar rasanya mudah diterima konsumen. “Ya kita coba-coba sendiri, jadi kelinci percobaan produk sendiri,” selorohnya.

Tim yang dibimbing oleh Hadi Barru Hakam Fajar Siddiq Msi ini memproduksi permen SIRSIR sejak Mei 2019. Tak tanggung-tanggung, mereka mampu menjual 106 kemasan dalam waktu dua pekan dengan keuntungan Rp 397.106. Jika dalam satu tahun omzet penjualan tiap bulan stabil, maka total keuntungan yang bisa didapat dalam satu tahun mencapai Rp 9 juta.

Usai memantapkan pemasaran permen SIRSIR, Debby dan rekan-rekannya berencana mematenkan produk mereka di Dirjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM. Bagi yang berminat bisa menghubungi narahubung 081230093523 (Vitria). Informasi lebih lanjut cek di IG @permensirsir. (*)

IKLAN

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti