Seringnya Free Style, Baru Dua Bulan Speed

TETAP SEMANGAT: Hery Surya Andika, pelatih Tim sepatu roda Bondowoso untuk Porprov 2019

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Terbilang nekat dan tetap semangat. Itulah gambaran untuk Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Bondowoso. Mereka bakal menjalani debut dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim kali ini. Sampai mendatangkan pelatih top dari tetangga sebelah, yakni Lumajang.

“Kita baru terbentuk pada Februari 2018, bersamaan dengan terbentuknya Perserosi di Jember. Tetapi kita intensif berlatih baru dua bulan terakhir,” ujar Dwi Wahyono, ketua Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Bondowoso, induk cabor sepatu roda.

Bibit-bibit olahraga sepatu roda menurut pria yang akrab disapa Yono itu, sebenarnya sudah cukup lama. Namun itu baru sebatas hobi atau aliran Free Style. “Sedangkan kalau di perlombaan seperti Porprov, alirannya speed atau mengutamakan kecepatan. Jadi peralatan dan regulasinya jauh berbeda,” tutur Yono.

Meski demikian, Perserosi Bondowoso tetap antusias mengikuti Porprov kali ini. Bahkan sampai mendatangkan pelatih berpengalaman dari Lumajang, yakni Hery Surya Andika. Saat menjadi atlet, pria berusia 24 tahun ini sudah berpengalaman menjadi juara di berbagai even.

IKLAN

Debutnya sebagai pelatih mulai diperhitungkan sejak dia berhasil membawa Lumajang menjadi juara umum dalam sebuah kejuaraan di Tuban. “Menangani Lumajang itu sama menantangnya seperti Bondowoso. Karena kota kecil, dan perintis. Di sana tidak ada sirkuit meluncur, sama seperti di Bondowoso,” tutur Hery.

Menjadi pelatih di kota yang tidak memiliki sirkuit khusus untuk berlatih sepatu roda adalah kesulitan sekaligus tantangan. “Saya antusias menangani Bondowoso karena bayangan saya adalah untuk meratakan kekuatan sepatu roda, terutama di tapal kuda,” papar pria yang sebelumnya berprofesi sebagai chef dan owner rumah makan ini.

Dengan waktu latihan yang mepet, tidak ada target medali khusus yang dibebankan untuk Hery. Tetapi melalui keikutsertaan di Porprov, baik Hery maupun Perserosi berharap bisa meningkatkan gairah dan potensi bibit atlet sepatu roda di Bondowoso. “Kalau konsisten saya yakin bisa lebih maju. Sekarang memang tidak jamin medali, tapi Porprov 2021 kemungkinan bisa,” papar Hery.

Untuk itu, dia mengaku sudah menyiapkan kurikulum dan target waktu pelatihan tersendiri untuk menangani tim debutan seperti Bondowoso. “Kemarin saya sudah coba pakai program intensif ini di Lumajang, hasilnya bagus. Kalau menangani tim yang sepatu rodanya sudah maju seperti Surabaya, Malang dan Sidoarjo, itu wajar kalau jadi juara. Kalau di sini, lebih menantang,” pungkas Hery. (*)

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin, Narto

Editor :