Sepekan Hilang, Ternyata Gantung Diri

DIEVAKUASI: Warga dan petugas Polsek Jelbuk saat mengevakuasi jasad Atim, 55, yang ditemukan tewas gantung diri di atas pohon petai di Dusun Tenap, Desa Sucopangepok, Jelbuk

RADAR JEMBER.ID –  Atim, warga di Dusun Tenab, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, membuat geger. Sejak sepekan, keluarganya dibuat bingung mencari dirinya. Sayangnya, pria berumur 55 tahun itu ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan gantung diri.

Korban dinyatakan hilang setelah pamit untuk pergi mencari rumput pada Kamis (13/6) lalu. Karena sampai sore tak kunjung datang, keluarga berupaya mencari keberadaan korban. Setelah seminggu pencarian dilakukan, jasadnya ditemukan tewas menggantung di pohon petai, kemarin (20/6).  Korban ditemukan sekitar 500 meter dari rumah korban dengan ketinggian 7 meter.

Jasad korban ditemukan oleh Said, 35, menantunya, yang setiap hari mencari korban. Said kaget setelah tercium bau menyengat di daerah rumahnya. Lalu, dia mendekati pohon yang ada sepasang sandal milik korban. Di pohon tersebut juga  ditemukan sabit yang ditancapkan.

Said terkejut ketika menemukan jasad korban yang sudah menggantung dengan menggunakan tali tampar warna biru. Kondisi korban sudah mulai membusuk. Namun, pakaian korban berupa celana olah raga, baju lengan panjang kotak-kotak, dan topi cokelat, masih tetap terpakai.

IKLAN

Korban meninggal dunia di dalam hutan  kawasan Perhutani dengan kondisi yang  mengenaskan. Mengetahui mertuanya tewas, Said melaporkan peristiwa itu ke warga yang lain hingga diteruskan ke Polsek Jelbuk.

Polisi datang dan dibantu oleh warga untuk menurunkan mayat yang tergantung itu. Mereka sempat kesulitan, karena medan yang curam.  Jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas  Polsek Jelbuk bersama warga serta kasun setempat.  Selanjutnya, mayat yang telah mengeluarkan bau menyengat ini dimasukkan ke dalam kantong jenazah oleh petugas Polsek Jelbuk.

Setelah dievakuasi, jenazah diserahkan pada keluarga korban tanpa dilakukan otopsi. Selanjutnya, oleh keluarga dimakamkan di tempat pemakaman di desa setempat. “Rencana sudah mau kita otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban, tapi pihak keluarga menolak,” kata Kanit Reskrim Polsek Jelbuk Aiptu Muryanto.

Usai keluarga menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi, mayat itu langsung diserahkan kepada keluarga untuk langsung dimakamkan. Menurut Muryanto, jarak antara rumah dan tempat korban meninggal sekitar 500 meter. Pihaknya belum mengetahui penyebab pasti korban  melakukan aksi bunuh diri itu. “Menurut  keluarga, korban selama ini tidak pernah mengeluh sakit ataupun terlibat masalah,” tambah Muryanto.

Sementara itu, Tija, 50, istri korban, tampak terus menangis. Seperti belum merelakan kepergian suaminya. “Keluarga tidak mau diotopsi, langsung dimakamkan,” tegas Abdurahman, Kepala Desa Sucopangepok.(*).

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Bagus Supriadi