Dilanjut Pekan Depan, Pengacara Tuding Banyak Rekayasa

Putusan Catur Kembali Ditunda

SABAR MENUNGGU : Catur Akhir Basuki terdakwa perkara sabu-sabu yang kemarin masih menunggu putusan hakim. Terpaksa dia harus bersabar karena pembacaan putusan ditunda pekan depan

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Sidang kasus narkoba yang melibatkan terdakwa Catur Akhir Basuki semakin alot saja. Meski sudah setengah tahun berjalan, namun sidang ini masih belum menemui kepastian hukum. Adanya dugaan rekayasa kasus ini semakin memperuncing hingga seakan tak bermuara.

Terbaru kemarin. Sidang yang tadinya mengagendakan putusan vonis terpaksa kembali ditunda hingga Minggu depan. Rustam pengacara terdakwa mengaku kasus ini sangat kuat terindikasi adanya rekayasa dari pihak kepolisian. Sehingga, menurutnya terdakwa harus segera dibebaskan dari segala dakwaan yang disangkakan. “Ini sangat jelas murni rekayasa kok. Kita sudah punya buktinya. Bahkan banyak di kita,” ujarnya usai keluar dari ruang sidang sore kemarin.

Terlepas dari kemungkinan adanya vonis yang nantinya dijatuhkan terhadap terdakwa, saat sidang lanjutan pada 27 Juni mendatang, dirinya menegaskan akan tetap membawa permasalahan ini sampai ke tingkat yang lebih tinggi.

Bahkan, para penyidik yang dulunya menangani kasus ini juga akan diseret ke jalur hukum. “Pastinya tidak hanya akan sampai disini. Laporan kita ke Polda sudah. Lebih dari itu malah. Karena lagi-lagi perkara ini sangat kental sekali penuh rekayasa,” jelasnya.

IKLAN

Pengacara terdakwa berharap dalam perkara ini hakim masih bisa melihat segala sesuatunya dari sudut pandang lainnya. Pandangan berbeda yang berkali-kali sudah disampaikan harus juga menjadi pertimbangan lain sebelum nantinya menjatuhkan vonis. “Saya kira hakim harus bersudut pandang tidak hanya dalam satu pandangan. Agar hakim berfungsi sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Dalam perkara ini, sebelumnya pelaku diamankan polisi setelah kedapatan membawa sabu-sabu. Kala itu, pelaku berhasil diamankan ketika sedang memasuki kawasan Pronojiwo yang sedang menunggu temannya. (*)

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Ahmad Jafin

Editor : Hafid Asnan