Dinas Tak Berkutik Tanggapi Komplain yang Berdatangan

Murid Pandai Gagal Karena Tak Punya Piagam

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Di tingkat SMA, protes PPDB juga belum mereda. Kemarin, ada pengakuan dari pihak dinas jika ada murid pandai tak bisa masuk ke sekolah yang diinginkan. Penyebabkan karena tak punya piagam prestasi. Namun apa boleh buat, Dinas juga tak berdaya menolong.

Gejolak PPDB terus berlanjut dan mendapat sorotan tajam oleh masyarakat. Setelah terjadi aksi menutut untuk dihapuskannya sistem zonasi beberapa hari yang lalu di Surabaya. Akhirnya Dinas Pendidikan Jawa Timur memutuskan untuk menutup sementara pendaftaran jalur reguler/zonasi.

Penutupan tersebut dibenarkan oleh Ilyan Sukartono Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk Lumajang. Dia mengaku banyak keluhan orang tua terkait kakunya sistem zonasi. Namun hal tersebut tidak bisa disikapi secara mandiri. “Lumajang tidak bisa karena Lumajang dan Jember jadi satu cabang,” ungkap Ilyan kemarin.

Pada tahun ini Cabang Dinas Pendidikan di gabung dengan Jember. Kondisi tersebut menghambat dalam memutuskan kebijakan ketika ada berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat Lumajang. “Jadi kita tidak bisa lepas dan membuat kebijakan sendiri,” tambahnya.

Ilyan mengaku keluhan-keluhan tersebut sampai di telinganya. Diantaranya keluhan seperti orang tua yang merasa anaknya pandai di zona 2. Namun tidak mempunyai piagam olimpiade. “Terpaksa mendaftarkan anaknya di sekolah yang tidak diinginkannya di zona 2,” jelasnya.

Terkait sistem zonasi itu, Dinas kata dia masih menunggu hasil keputusan dari Kementerian Pendidikan. “Ditunggu saja hasilnya nanti bagaimana,” ujarnya.

Sementara itu, Jaya, Wakil Kepala Bagian Humas SMAN 2 Lumajang sedikit memberikan usulan. Menurut dia, sebaiknya untuk zonasi diberlakukan satu saja. Supaya tidak mengebiri hak orang tua dalam memutuskan sekolah yang terbaik untuk anaknya. “Mending 1 zona saja supaya anak bisa memilih dimana dia memutuskan untuk menimba ilmu,” terangnya ketika dikonfirmasi.  (*)

IKLAN

Reporter : mg2

Fotografer : mg2

Editor : Hafid Asnan