Hari Pertama, Pendaftar Membeludak

Tiga Hari Berburu Kursi SMP Negeri

BERJUBEL: Puluhan calon wali murid tengah mengurus pendaftaran anaknya di SMPN 3 Jember. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan mereka mendaftar di hari pertama PPDB.

RADAR JEMBER.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 untuk jalur zonasi telah dibuka sejak Senin kemarin (17/6). Sejumlah SMP negeri di Jember mulai dibanjiri calon wali murid beserta anaknya. Pendaftaran jalur zonasi menjadi kesempatan kedua setelah jalur prestasi bagi mereka yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah menengah milik pemerintah.

Sesuai ketentuan PPDB 2019, pendaftaran untuk zonasi hanya dibatasi selama tiga hari. Terhitung mulai 17 hingga 19 Juni. Tiga hari itu menjadi kesempatan dan harus dimanfaatkan oleh calon wali murid. Bahkan, banyak di antara mereka yang memilih mendaftar di hari pertama. Harapannya memiliki peluang lolos yang lebih besar.

Pantauan Radarjember.id di sejumlah SMP negeri di Jember memperlihatkan antusiasme para pendaftar. Mereka banyak yang mendaftar di hari pertama. “Sebenarnya, peluang lolos bukan pada daftar hari pertama atau terakhir, tapi bergantung pada sistem zonasi,” kata Nurul Hasan, Kepala Urusan Humas SMPN 3 Jember.

Ia menjelaskan, membeludaknya pendaftar hari pertama di sekolah memang sudah terbiasa terjadi setiap tahun. Yaitu berada di kisaran 370 hingga 400 siswa. Jumlah itu menurutnya bisa lebih jika ditambah dengan pendaftar hari ini (18//6) dan besok (19/6).

Ketentuan PPDB 2019 terkait kuota penerimaan siswa tiap sekolah memang berbeda. Namun, untuk pagu setiap kelas, setiap SMP negeri tak boleh lebih dari 32 siswa. Dampaknya, jika melihat jumlah peminat di setiap tahun yang tak pernah surut, bakal banyak pendaftar yang tertolak. “Tahun ini, sekolah kami hanya menampung 256 siswa,” imbuhnya.

Kuota itu menurutnya sudah dikurangi dari jalur prestasi, pindah dinas, dan tahfiz atau penghafal Alquran yang sudah terisi sebanyak 25 siswa. Tak hanya di sekolahnya, Nurul Hasan juga meyakini, kejadian yang sama juga dialami oleh sejumlah SMP negeri lainnya.

Di SMPN 10 Jember misalnya. Seperti di sekolah sebelumnya, lembaga pendidikan menengah yang berada di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, ini juga dipadati calon siswa di hari pertama pendaftaran. “Jumlah pendaftar di hari pertama memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Zainuri, salah seorang guru yang bertugas mengurus peserta PPDB.

Menurut dia, membeludaknya pendaftar di hari pertama bisa diakibatkan kekhawatiran calon wali murid. Dia menambahkan, kebanyakan mereka berpikir lebih cepat daftar lebih besar peluang diterima. “Padahal, semua bergantung pada aplikasi map yang menentukan jarak mereka dari sekolah,” ujar Zainuri.

Meskipun banyak pendaftar, ia meyakini, sebagian besar dari mereka yang mendaftar di sekolahnya itu merupakan warga sekitar yang memiliki jarak tak terlalu jauh dari rumah ke sekolah. “Kemarin, 25 anak yang mengikuti jalur prestasi, hampir semuanya dari warga sekitar di kelurahan sini. Begitu juga untuk jalur kedua ini. Saya kira tak jauh berbeda,” tandas guru IPA tersebut. (*)

IKLAN

Reporter : mg2

Fotografer : Maulana

Editor : Mahrus Sholih